Gara-Gara Suara Gamelan Tembus Speaker Masjid, Pak RT di Mataram Dicekik Tetangga dan Diserang Pakai Pisau

Avatar

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 01:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Seorang pria berinisial B (50), warga Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Sandubaya. Ia diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, tepatnya di Jalan Batu Tuan, Lingkungan Butun Indah, pada 22 Juni 2025. Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan pada Sabtu (28/06).

Peristiwa bermula ketika sebuah acara adat Nyongkolan digelar di depan masjid yang berada tepat di seberang rumah korban, yang diketahui menjabat sebagai Ketua RT setempat. Saat itu, korban tengah menghidupkan speaker masjid sebagai bagian dari persiapan menjelang azan magrib. Namun, pelaku merasa terganggu karena menganggap suara gamelan dari iring-iringan nyongkolan ikut tersalur melalui pengeras suara masjid.

Baca Juga :  BPJS Bayar Klaim Rp163 Miliar di NTB, Ribuan Pekerja Terbantu, Bagaimana Nasib yang Belum Terdaftar?

“Pelaku menegur korban dengan nada tinggi agar tidak menyalakan speaker karena katanya suara gamelan masuk ke dalam speaker dan terdengar ke seluruh kampung,” ungkapnya.

Teguran tersebut memicu perdebatan antara keduanya. Meskipun korban telah berusaha menyelesaikan persoalan secara damai, pelaku justru datang menghampiri rumah korban tidak lama setelahnya.

“Korban sedang berada di dapur bersama istrinya, tiba-tiba pelaku masuk membawa senjata tajam (pisau), langsung mencekik korban,” lanjutnya.

Dalam situasi tersebut, korban berupaya menyelamatkan diri dengan menggigit tangan pelaku hingga cengkeramannya terlepas. Sayangnya, pelaku kemudian mencoba menyerang dengan mengayunkan pisau ke arah wajah korban. Serangan itu berhasil ditangkis, namun mengakibatkan luka di tangan korban yang kemudian harus dilarikan ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Baca Juga :  Dosen UIN Mataram Salah Jurusan: Ngaku Ngajar Akhlak, Ternyata Praktikum Syahwat

Keluarga korban yang panik segera melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian. Petugas yang bergerak cepat berhasil mengamankan pelaku tak lama setelah laporan diterima. Polisi juga menyita senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut sebagai barang bukti.

“Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Ia akan dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan,” tegas Kapolsek Sandubaya, Niko Herdianto.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru