Sejak 2012 Vakum, Akhirnya Atlet Panjat Tebing NTB Dikasih Tembok Buat Manjat Lagi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) panjat tebing se-NTB yang berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2025.

Acara pembukaan digelar di Gelanggang Pemuda Mataram pada Rabu (25/06) dan dibuka langsung oleh Ketua FPTI NTB, Hamdan Kasim. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska, pengurus FPTI NTB, serta ratusan atlet panjat tebing dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Dalam sambutannya, Hamdan Kasim yang juga Anggota DPRD NTB menyebut Kejurda ini merupakan momentum penting untuk pembinaan atlet panjat tebing di NTB yang memiliki potensi besar.

“Harapannya dari Kejurda ini akan lahir bibit-bibit atlet yang bisa menjadi generasi emas NTB di masa yang akan datang. Karena apa? Sejak tahun 2012 FPTI tidak pernah menyelenggarakan Kejurda,” ungkap Hamdan Kasim Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB.

Ia menyampaikan bahwa terakhir kali Kejurda panjat tebing diadakan adalah pada tahun 2012. Kejurda kali ini juga menjadi tahapan penting dalam menjaring calon atlet yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Baca Juga :  Misi Nol Kemiskinan Ekstrem Ala Iqbal-Dinda: Siapkan ‘Desa Berdaya’ untuk Ubah Hidup 7.225 Kepala Keluarga NTB

“Kejurda ini menjadi penting dan strategis terutama dalam rangka mempersiapkan atlet-atlet untuk bertarung di PON 2028. Saya yakin akan lahir atlet-atlet dari kompetisi ini yang bisa mengembalikan kejayaan FPTI NTB,” ujarnya.

Ketua Fraksi Golkar sekaligus Ketua Komisi IV DPRD NTB itu menargetkan raihan medali panjat tebing di PON 2028 dapat melampaui capaian di PON Papua.

“PON Papua lalu kita dapat dua emas. PON 2028 nanti minimal kita targetkan melampui raihan di Papua kemarin,” tandasnya.

Hamdan juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kejurda ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama untuk peningkatan kualitas olahraga di NTB.

“Kalau Pemda sejauh ini memberikan perhatian penuh,” tambahnya.

Manfaat Strategis Kejurda Panjat Tebing

Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurda ini membawa dampak positif yang luas, baik bagi para atlet, komunitas olahraga, maupun daerah penyelenggara. Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:

1. Mencetak atlet berbakat: Kejurda menjadi wadah seleksi alami bagi atlet muda yang potensial.
2. Meningkatkan kualitas atlet: Melalui persaingan yang sehat, para peserta dapat mengasah keterampilan dan menambah pengalaman.
3. Mengukur hasil pembinaan daerah: Kegiatan ini menjadi parameter keberhasilan pembinaan olahraga di tiap kabupaten/kota.
4. Mendorong sektor ekonomi dan pariwisata lokal: Kehadiran peserta, ofisial, dan penonton turut mendongkrak sektor UMKM dan perhotelan.
5. Menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan: Kejurda memperkuat jaringan antar-atlet dan pelatih dari berbagai daerah.
6. Meningkatkan minat generasi muda: Publikasi kegiatan ini dapat memopulerkan olahraga panjat tebing di kalangan anak muda.
7. Persiapan menuju ajang nasional: Kejurda kerap menjadi ajang seleksi menuju Pra-PON, PON, dan Kejurnas.

Baca Juga :  Inilah Pesan TGB ke Bang Zul Ketika Terpilih Jadi Gubenur NTB 2024-2029 

Peserta dari 10 Kabupaten/Kota

Ketua Panitia Kejurda 2025, Pahrurroz Zein, menyampaikan bahwa Kejurda kali ini diikuti oleh atlet-atlet dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah pembuktian hasil latihan para atlet.

“Adik-adik ini sekian lama berlatih tetapi tidak ada wadah untuk mereka menyalurkan hasil-hasil latihannya,” kata Pahrurrozi.

Ia menambahkan bahwa kompetisi dibagi dalam dua kategori utama, yakni kategori senior (kelompok umur) dan kelompok U-19, dengan dua jenis lomba: lead (tingkat kesulitan) dan speed (kecepatan).

“Kemarin kejuaraan di Tangerang kita mendapatkan perak atas nama Mustofa. Kami berharap lebih banyak lagi kompetisi panjat tebing,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Era Iqbal-Dinda, NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut
NTB Jadi Titik Awal Gerakan 1.000 Paralegal, Gubernur Iqbal: Akses Keadilan Harus Menjangkau Hingga Desa
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality
NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:59 WIB

BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Era Iqbal-Dinda, NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:35 WIB

NTB Jadi Titik Awal Gerakan 1.000 Paralegal, Gubernur Iqbal: Akses Keadilan Harus Menjangkau Hingga Desa

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:53 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:40 WIB

NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Berita Terbaru