Prof. Masnun Tahir: Menakhodai UIN Mataram Teruji, Unggul, dan Mendunia

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Suaeb Qury (Wakil Sekretaris PW NU Prov. NTB)

Dalam lima tahun terakhir, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mencatat lompatan signifikan di berbagai sektor. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., kampus ini tak hanya meraih beragam capaian akademik, tetapi juga membuktikan diri sebagai institusi yang terus bertransformasi menuju standar global. Capaian ini menjadi penanda bahwa visi menjadikan UIN Mataram sebagai kampus unggul dan mendunia bukan sekadar slogan.

Saya meyakini bahwa salah satu kunci utama keberhasilan ini terletak pada karakter dan pendekatan kepemimpinan Prof. Masnun yang visioner, inklusif, serta berakar kuat pada nilai-nilai Islam yang moderat. Sebagai akademisi yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan tinggi Islam, beliau memahami bahwa transformasi kampus tidak bisa berlangsung instan. Ia membangun fondasi kokoh melalui konsolidasi internal, peningkatan kualitas SDM, serta pembenahan tata kelola secara bertahap namun konsisten.

Salah satu pencapaian penting dalam masa kepemimpinannya adalah pengukuhan 63 profesor dalam kurun waktu lima tahun. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi simbol dari keseriusan UIN Mataram dalam meningkatkan kapasitas akademiknya. Guru besar adalah lokomotif intelektual di sebuah universitas. Meningkatnya jumlah profesor berarti kualitas pengajaran, penelitian, dan kontribusi pemikiran terhadap masyarakat pun meningkat. Ini adalah langkah strategis yang sangat fundamental bagi perguruan tinggi yang ingin bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian lainnya, hampir 90 persen fakultas, jurusan, dan program studi di bawah kepemimpinannya telah meraih akreditasi “Unggul”. Akreditasi adalah tolok ukur mutu dan kualitas institusi pendidikan. Pencapaian ini membuktikan bahwa UIN Mataram telah bekerja keras memenuhi standar mutu, mulai dari kurikulum, kualitas dosen, sarana prasarana, hingga tata kelola kelembagaan. Akreditasi unggul mencerminkan budaya mutu yang telah tertanam kuat.

Baca Juga :  Ribuan Bendera Merah Putih Warnai Kota Mataram, DPRD NTB Kobarkan Semangat Persatuan dari Sangkareang ke Teras Udayana

Menariknya, Prof. Masnun dikenal dengan pendekatan yang terbuka dan akomodatif. Ia menjalin komunikasi yang sehat dengan semua elemen kampus mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra eksternal. Tak jarang beliau berdialog langsung dengan mahasiswa, mendengar aspirasi, bahkan kritik. Kepemimpinan seperti ini langka di tengah kecenderungan gaya kepemimpinan top-down yang kaku.

Lebih jauh, Prof. Masnun juga menampilkan wajah Islam yang moderat, sejuk, dan solutif. Di tengah arus ekstremisme dan polarisasi sosial yang kian menguat, beliau konsisten mengarusutamakan nilai-nilai wasathiyah Islam. UIN Mataram diarahkan menjadi kampus yang inklusif, terbuka terhadap dialog lintas iman, dan aktif membangun harmoni sosial. Pendekatan ini penting agar kampus tidak menjadi menara gading, tetapi hadir sebagai pusat peradaban yang membumi.

Dalam hubungan eksternal, Prof. Masnun mendorong UIN Mataram menjalin jejaring kolaborasi nasional dan internasional. Kerja sama dengan kampus luar negeri, lembaga riset, dan mitra industri terus diperluas. Ini membuka ruang internasionalisasi dan memperkuat posisi UIN Mataram dalam percaturan akademik global. Kampus tak lagi sekadar tempat kuliah, tetapi menjadi laboratorium keilmuan dan sosial yang diakui dunia.

Beliau juga peka terhadap kebutuhan zaman. Transformasi digital menjadi perhatian serius. Pelayanan akademik dan administrasi berbasis teknologi informasi terus ditingkatkan. Infrastruktur kampus dibenahi agar ramah mahasiswa dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal. Program pengembangan soft skill dan kewirausahaan mahasiswa pun digencarkan sebagai respons atas tantangan dunia kerja yang dinamis.

Baca Juga :  Memasuki Musim Kemarau, Dompu dan Lombok Timur Zona Merah Kebakaran Hutan

Namun, yang paling mengesankan adalah kerendahan hati dan ketulusan Prof. Masnun dalam menjalankan amanah. Di tengah berbagai pujian atas capaian besar tersebut, beliau tidak pernah menonjolkan diri secara berlebihan. Ia selalu menekankan bahwa keberhasilan UIN Mataram adalah hasil kerja kolektif. Kepemimpinannya bertumpu pada keteladanan, etos kerja, dan kepercayaan, bukan kekuasaan. Inilah kepemimpinan yang menginspirasi.

Ke depan, tantangan UIN Mataram tentu tidak ringan. Dunia pendidikan tinggi terus bergerak cepat. Revolusi industri 4.0, kecerdasan buatan, hingga tantangan moral generasi muda menuntut inovasi tiada henti. Namun saya optimistis, dengan fondasi kuat yang telah diletakkan Prof. Masnun, UIN Mataram siap menjawab tantangan zaman.

Keberhasilan sebuah kampus tidak semata diukur dari bangunan atau peringkat, melainkan dari dampaknya terhadap masyarakat. Dalam hal ini, UIN Mataram telah membuktikan diri sebagai agen perubahan yang mendorong transformasi sosial, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta membentuk generasi unggul dalam intelektual dan mulia dalam akhlak.

Menutup tulisan ini, saya menegaskan bahwa Prof. Masnun Tahir adalah teladan kepemimpinan akademik yang langka. Beliau bukan sekadar rektor dalam struktur, tetapi pemimpin dalam makna yang sesungguhnya. Dedikasinya membawa UIN Mataram melangkah lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih bermakna. Kita patut berharap agar sosok seperti beliau terus hadir dan menginspirasi generasi berikutnya dalam membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul dan mendunia.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 858 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru