Ribuan Bendera Merah Putih Warnai Kota Mataram, DPRD NTB Kobarkan Semangat Persatuan dari Sangkareang ke Teras Udayana

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Lapangan Sangkareang berubah menjadi lautan merah putih. Ribuan bendera berkibar di tangan peserta Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih yang digelar Pemerintah Provinsi NTB, sebagai wujud nyata menumbuhkan semangat nasionalisme menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Rabu (13/8/2025),

Hadir memimpin semangat di barisan DPRD NTB, Wakil Ketua III DPRD NTB Drs. H. Muzihir bersama Anggota Komisi V DPRD NTB H. Didi Sumardi, SH. Mereka didampingi Sekretaris DPRD NTB Hendra Saputra, S.STP., MH dan jajaran sekretariat.

Rombongan DPRD NTB memulai aksi dari Lapangan Sangkareang, berjalan bersama menuju Teras Udayana lokasi pelaksanaan launching. Acara dibuka oleh Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal, dan dihadiri Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, serta Wakil Wali Kota TGH. Mujiburrahman, Polresta Mataram, TNI.

Baca Juga :  Skandal Kredit Macet Ratusan Miliar di Bank NTB Syariah: Ada ‘Dalang’ di Balik Layar? DPRD NTB Desak KPK Bongkar Tuntas

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11/3823/SJ tanggal 15 Juli 2025, serta hasil Rapat Koordinasi Persiapan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih pada 8 Agustus 2025.

Di tengah semaraknya bendera berkibar, Wakil Ketua III DPRD NTB Drs. H. Muzihir menyampaikan pesan yang membakar semangat.

“Bendera Merah Putih ini bukan sekadar kain merah dan putih. Di dalamnya ada darah, air mata, dan perjuangan para pahlawan. Hari ini kita kibarkan bukan hanya di udara, tapi juga di hati setiap warga NTB. Persatuan adalah harga mati,” tegas Muzihir.

Baca Juga :  Bukan Cuma Tinjau, Wagub NTB ‘Suntik’ Semangat di Arena PORSI dan LEMPIKNAS FORNAS VIII

Muzihir juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bangga saat peringatan kemerdekaan, tetapi menjadikan semangat Merah Putih sebagai energi untuk membangun NTB yang lebih maju.

“Kalau bendera ini berkibar di hati kita setiap hari, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita lewati,” tambahnya.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan gerakan yang terus hidup, menumbuhkan kecintaan pada tanah air, dan menguatkan tekad menjaga keutuhan NKRI dari generasi ke generasi.

“Semangat merah putih harus terus berkibar, bukan hanya di tiang bendera, tapi juga di hati setiap warga NTB,” pesan Gubernur Miq Iqbal dalam sambutannya

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru