Pulau Sumbawa Mau Pisah, DPRD NTB Kasih Restu, Wagub Umi Dinda Bilang Begini

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons aspirasi masyarakat terkait pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyebut aspirasi tersebut merupakan perjuangan panjang yang telah lama disuarakan oleh masyarakat Pulau Sumbawa.

“Kami tidak boleh melarang. Kami hormati ini sebagai perjuangan yang sudah lama disuarakan,” ujar Dinda, sapaan akrabnya, saat ditemui di sejumlah wartawan di kantornya, Jumat (16/5/2025).

Dinda menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB bersama Gubernur Lalu Muhamad Iqbal tidak pernah membatasi perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa. Namun demikian, mereka tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya untuk Pulau Sumbawa, tetapi juga Pulau Lombok.

“Kami intinya bersama Pak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal tidak membatasi perjuangan teman-teman di Pulau Sumbawa. Tapi juga tidak mengurangi semangat kami memberikan pelayanan bagi masyarakat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” katanya.

Baca Juga :  Selamat, Kadis LHK NTB Menerima Penghargaan ADI NITI dari Menteri LHK RI 2024

Mengenai wacana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, Dinda menjelaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Kendati demikian, Pemprov NTB akan membangun komunikasi intensif dengan anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB untuk mendorong proses tersebut.

“Saat ini bagaimana komunikasi dengan kementerian dan DPR RI harus dibangun,” imbuhnya.

Menanggapi aksi demonstrasi masyarakat di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Dinda menyebut bahwa aksi itu merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. Ia memastikan bahwa tujuan aksi tersebut bukan untuk menutup pelabuhan, melainkan agar suara masyarakat terdengar.

“Niat mereka tidak untuk menutup pelabuhan, tetapi mereka ingin didengar apa yang menjadi aspirasi mereka. Mereka juga sadar, bandara dan pelabuhan adalah objek vital diperuntukkan untuk pelayanan masyarakat,” kata Dinda.

Baca Juga :  Juli 2025, Lombok Jadi Magnet Nasional: 15 Ribu Peserta Siap Serbu FORNAS VIII, Bukti NTB Makmur Mendunia

Sementara itu, sebelumnya Anggota Komisi I DPRD NTB, Marga Harun, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa. Ia bahkan membubuhkan tanda tangan di atas materai sebagai bentuk komitmen politik terhadap perjuangan tersebut.

“Kami mendukung penuh perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa untuk menjadi provinsi tersendiri,” ujar Marga Harun saat menemui massa aksi di depan Gedung DPRD NTB, Kamis (15/5).

Lebih lanjut, Marga menegaskan bahwa perjuangan membentuk Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) bukanlah bentuk pemisahan diri, melainkan ikhtiar kolektif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“PPS itu bukan ingin memisahkan diri, tapi merupakan bentuk kita ingin bersama-sama mewujudkan mimpi dan cita-cita rakyat,” tegasnya.

Berita Terkait

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut
TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Berita ini 1,181 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Selasa, 1 September 2026 - 23:51 WIB

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan

Selasa, 1 September 2026 - 22:54 WIB

Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya

Berita Terbaru