Isu Rapat di Hotel Mewah Bikin Panas, Pansus DPRD NTB Bongkar Fakta Sebenarnya

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Isu tak sedap menerpa Panitia Khusus (Pansus) DPRD NTB terkait pembahasan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beredar kabar bahwa para anggota Pansus meminta agar rapat digelar di hotel mewah dan disertai permintaan uang saku.

Namun, informasi tersebut dibantah langsung oleh anggota Pansus, Muhammad Aminurlah. Politisi yang akrab disapa Maman itu menegaskan tidak ada satu pun anggota Pansus yang mengusulkan rapat di hotel.

“Tidak benar itu. Tidak ada satu pun anggota pansus yang minta rapat di hotel,” bantah Maman. Minggu (10/5).

Ia mengaku selalu hadir dalam setiap rapat Pansus yang membahas Raperda tentang perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Baca Juga :  Selamat! 65 Anggota DPRD Provinsi NTB 2024-2029 Resmi Dilantik, Ini Daftar dan Partainya

“Setiap rapat saya ikut. Saya tidak pernah tidak hadir. Selalu hadir, dan tidak ada usulan pansus rapat di hotel,” tegasnya.

Maman mengakui bahwa memang ada usulan dari anggota Pansus asal Fraksi Gerindra untuk melakukan perjalanan dalam daerah, seperti ke Lombok Barat dan Lombok Tengah.

“Tapi itu baru usulan dan belum diputuskan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa usulan perjalanan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pembahasan SOTK, termasuk menggelar rapat bersama tim ahli dari kalangan akademisi.

“Gak ada permintaan di eksekutif rapat di hotel. Belum ada sama sekali. Teman-teman Gerindra ingin memaksimalkan perjalanan dalam daerah ini, sekaligus rapat dengan tim ahli dari akademisi. Ingin memperdalam naskah akademik dengan tim ahli,” ujarnya.

Baca Juga :  NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut, Ketua DPRD Isvie Tegaskan Komitmen Kawal Rekomendasi BPK

Maman menyayangkan beredarnya isu yang dianggap mencemarkan nama baik Pansus, apalagi sampai dituduh meminta fasilitas mewah.

“Informasi seperti ini harus diluruskan. Karena ini fitnah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembahasan perampingan OPD saat ini masih berlangsung. Sejumlah rapat telah digelar, termasuk dengan Sekda NTB untuk mendapatkan gambaran umum terkait SOTK.

“Jadi, perampingan OPD ini perlu kajian akademis. Hal ini agar OPD nantinya bisa memaksimalkan peran dan fungsi pelayanannya,” tambah Maman.

Berita Terkait

Ketika Tuntutan Dan Putusan Berbeda: Pelajaran Dari Kasus Radiet/Vira
Terungkap! Ini Lokasi Tiga Koperasi Tambang di NTB yang Resmi Kantongi IPR
Temuan Mengejutkan DPRemaja 4.0: Ribuan Siswa di Lombok, Semarang dan Jakarta Terpapar Iklan Rokok Dekat Sekolah
500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok
Beef NTB Siapkan Roadshow Hingga Desa, Bantu Peternak Buka Pasar Lebih Luas dan Tingkatkan Harga Jual
Peternak NTB Bersatu! Beef NTB Resmi Diluncurkan, Siap Buka Pasar Luas dan Wujudkan Lumbung Ternak Nasional
Etika Penyelenggara Pemilu Dan Masa Depan Demokrasi: Pelajaran Dari Pusat Hingga Lombok Timur
Seniman Hukum Law Firm dan Kiprah Bung Heru, Advokat Muda dengan Seribu Solusi bagi Klien
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:52 WIB

Ketika Tuntutan Dan Putusan Berbeda: Pelajaran Dari Kasus Radiet/Vira

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:59 WIB

Terungkap! Ini Lokasi Tiga Koperasi Tambang di NTB yang Resmi Kantongi IPR

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:46 WIB

Temuan Mengejutkan DPRemaja 4.0: Ribuan Siswa di Lombok, Semarang dan Jakarta Terpapar Iklan Rokok Dekat Sekolah

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:12 WIB

500 Anak Muda Padati TIM, The Unpopular Fest 2026 Desak Negara Lindungi Generasi dari Ancaman Rokok

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:59 WIB

Beef NTB Siapkan Roadshow Hingga Desa, Bantu Peternak Buka Pasar Lebih Luas dan Tingkatkan Harga Jual

Berita Terbaru