Terkuak! Bisnis Tambak Udang NTB Raup Rp34 Triliun, Tapi Rp2 Triliun PAD Hilang Tanpa Jejak

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Fakta mengejutkan terungkap dalam diskusi yang digelar Aliansi Pemuda Aktivis (ALPA) NTB di Kafe Meeino Working, Gomong, Mataram. Rabu 26 Maret 2025. Aktivis senior sekaligus Ketua LSM IB PEKAT NTB, Ziat, mengungkapkan bahwa bisnis tambak udang di NTB memiliki potensi pendapatan fantastis hingga Rp34 triliun. Namun, ia mempertanyakan transparansi pembagian hasil dengan pemerintah daerah.

“Hitungan kami di lapangan, produksi tambak udang mencapai 68 ribu kg per siklus panen. Dengan harga rata-rata Rp100 ribu per kg, satu tambak bisa menghasilkan Rp6,8 miliar. Sementara, luas tambak di NTB mencapai 5 ribu hektare, artinya total nilai produksi bisa mencapai Rp34 triliun,” ujar Ziat.

Baca Juga :  Belajar dari Jawa Timur, Komisi II DPRD NTB Pulang Bawa ‘Oleh-Oleh’ Resep Jitu Kuatkan UMKM

Yang lebih mengejutkan, ia menegaskan bahwa seluruh tambak di NTB tidak memiliki Surat Layak Operasional (SLO), yang seharusnya menjadi syarat utama dalam penerbitan izin usaha tambak. “Tanpa SLO, izin tidak boleh diterbitkan. Tapi faktanya, tambak-tambak ini tetap beroperasi,” katanya.

Ziat juga menyoroti minimnya kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau dari Rp34 triliun diambil sekitar 2 triliun saja untuk PAD, itu bisa mendanai berbagai program pembangunan di NTB. Tapi ke mana sebenarnya aliran dana ini?,” tanyanya dengan tegas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR) kepada masyarakat sekitar tambak.

“Harus ada manfaat nyata bagi warga, seperti beasiswa, perbaikan jalan, atau peningkatan pendidikan. Jangan hanya eksploitasi tanpa dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru