Skandal Mudik Gratis, Kuota Mahasiswa Bima Diduga Dimonopoli, Gubernur NTB Diminta Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Program mudik gratis yang seharusnya menjadi angin segar bagi mahasiswa Bima di Mataram justru berubah menjadi kontroversi panas! Ketua Ikatan Mahasiswa Bima Mataram (IMBI-Mataram), Alfariji Nato, membongkar dugaan monopoli dalam pembagian kuota yang dinilai tidak transparan dan sarat kepentingan.

Dari total 150 kuota yang disediakan oleh Pemprov NTB, Dishub NTB lebih dulu menyerahkan koordinasi penuh kepada seorang bernama Farhan. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mahasiswa Bima yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

“Kenapa harus satu pintu? Kenapa bukan lembaga resmi mahasiswa seperti IMBI dan IMKOBI yang mengelola sejak awal?” ujar Alfariji geram saat melakukan audiensi dengan Kepala Dishub NTB pada 21 Maret 2025.

Baca Juga :  Gubernur NTB Terpilih Iqbal Temui Kapolda, Bahas Soal Ini

Lebih mengejutkan lagi, data yang sudah dikumpulkan oleh Farhan mencapai 95 orang, sementara sisanya—hanya 55 kuota—baru diberikan kepada IMBI dan IMKOBI, masing-masing 35 dan 21 kuota.

Ada Intervensi POLITIK?

Keganjilan dalam proses ini semakin mencurigakan ketika muncul dugaan bahwa Farhan memiliki keterkaitan dengan tim pemenangan pasangan Gubernur NTB, Iqbal-Dinda.

“Apa urusannya Farhan? Apakah karena dia bagian dari tim pemenangan Iqbal-Dinda sehingga hak mahasiswa malah disabotase?,” tegas seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya. 24 Maret 2025.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Nama dan Jabatan Pengurus PWI NTB 2025-2030

Para mahasiswa kini menuntut Gubernur NTB segera turun tangan dan mengevaluasi tim yang terlibat dalam program ini.

“Jangan sampai niat baik Gubernur NTB untuk membantu mahasiswa malah dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Banyak mahasiswa yang gagal mudik karena tiket mahal. Gak kasihan apa?,” lanjutnya.

Mahasiswa mendesak transparansi penuh dari Dishub NTB agar kuota mudik gratis tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu. Mereka juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat.

 

 

Berita Terkait

Ketua KPID NTB Edukasi Mahasiswa Bijak Bermedia, A. Rachman Chavez Tegaskan KPID Awasi Siaran, Bukan Perizinan
Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan
Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat
Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya
SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru
Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini
Bupati Sumbawa Jemput Bola ke NAM Air, Dorong Rute Baru Pacu Investasi dan Ekonomi
Gubernur NTB Siapkan Langkah Tegas Berantas Narkoba, Miq Iqbal: Pekan Depan Arah Penanganan Diputuskan
Berita ini 307 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:57 WIB

Ketua KPID NTB Edukasi Mahasiswa Bijak Bermedia, A. Rachman Chavez Tegaskan KPID Awasi Siaran, Bukan Perizinan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:31 WIB

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02 WIB

SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru

Berita Terbaru