Harga Pangan Melonjak, Gubernur NTB Iqbal ‘Turun Gunung’ Hadapi Inflasi

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya pengendalian inflasi dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Serba Guna Bank Indonesia NTB pada Jum’at 7 Maret 2025 dengan tema “Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dalam Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan.”

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah prioritas utama. Ia mengaku terus berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk merancang langkah intervensi yang tepat.

“Saya bahkan beberapa hari terakhir berkomunikasi dengan Asisten, Karo Ekonomi, dan Kepala Dinas Perdagangan untuk menentukan langkah-langkah intervensi yang segera kita lakukan demi menekan inflasi,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD NTB Kompak Dukung Pemekaran Provinsi Sumbawa, Sindir Fahri Hamzah dan Tagih Janji Kampanye Prabowo-Gibran

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di seluruh dunia, pangan selalu mendapat subsidi demi menjamin Food Security atau ketahanan pangan.

“Dalam menghadapi masalah ini, kita seperti sedang berperang! Karena urusan pangan adalah hal yang sangat vital,” tegasnya.

Subsidi Pangan Jadi Fokus Utama Pemprov NTB

Senada dengan Gubernur, Sekda NTB Miq Gite menekankan bahwa hingga saat ini subsidi pangan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Ia bahkan membandingkan harga beras di Indonesia dengan negara maju di Eropa yang jauh lebih murah berkat kebijakan subsidi.

Baca Juga :  Selamat, Bank NTB Syariah Kembali Raih Penghargaan Infobank 13th Sharia Award 2024

“Jika negara maju saja berani memberikan subsidi kepada petaninya, mengapa kita tidak? Saya tidak masalah mengalokasikan anggaran untuk intervensi, asalkan didukung data yang akurat. Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memberikan dampak nyata bagi petani dan konsumen,” kata Miq Iqbal.

Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, juga mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar daerah guna menjaga stabilitas ekonomi.

“Dengan memperkuat peran Satgas Ekonomi Daerah, pengendalian arus barang, dan operasi pasar, kita bisa menjaga ekonomi daerah tetap stabil,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru