Sekda NTB Gita Bungkam Soal Proyek Smart Class Rp49 Miliar Diduga Fiktif: Off the Record, Ada Apa?

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 5 Maret 2025 - 16:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Proyek Smart Class di NTB kembali menjadi perbincangan hangat, namun Sekretaris Daerah (Sekda) NTB justru memilih bungkam. Saat dikonfirmasi awak media, ia enggan berkomentar dengan alasan khawatir menambah kegaduhan.

“Off the Record. Nanti tambah gaduh,” ujar Sekda Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. singkat, usai menghadiri serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Iqbal-Dinda, di Kantor DPRD NTB tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Rabu 5 Maret 2025. Lantas Pernyataan ini justru semakin memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pemerhati pendidikan.

Proyek yang disebut-sebut sebagai upaya modernisasi pendidikan di NTB ini terus disorot, terutama terkait transparansi anggaran dan efektivitas implementasinya. Banyak pihak mempertanyakan sejauh mana realisasi proyek ini dan apakah benar-benar membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di NTB.

Skandal Smart Class NTB: Proyek Rp49 Miliar Tak Masuk APBD, Inspektorat Bongkar Kejanggalan

Terpisah, Inspektorat Provinsi NTB membentuk tim pemeriksa terkait proyek Smart Class yang diklaim sebagai program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Plt Inspektur Inspektorat NTB, Wirawan Ahmad M.T, menegaskan bahwa berdasarkan klarifikasi ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), “proyek senilai Rp49 miliar ini tidak tercantum dalam APBD 2024 maupun APBD 2025,”bebernya.

Dikbud NTB juga tidak pernah menerima atau mendistribusikan perangkat Smart Class, karena proyek tersebut tidak ada dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA). Namun, ditemukan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tetap menginput proyek ini secara manual ke Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan melakukan kontrak dengan tiga rekanan, meskipun tidak memiliki sumber anggaran yang sah.

“Memang mereka (PPK) telah melakukan penginputan kegiatan tersebut ke dalam rencana umum pengadaan dan diikuti oleh kegiatan penunjukan rekanan dan kontrak oleh PPK. Namun ini tak berdasar pada ketentuan regulasi karena setiap pengadaan barang dan jasa mesti ada penganggarannya,” ujar Asisten III Setda NTB ini.

Inspektorat NTB kini berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta untuk merekonstruksi proses pengadaan. Meski belum ada kerugian negara karena belum ada pembayaran, Inspektorat memperingatkan agar proyek ini tidak tiba-tiba dianggarkan di kemudian hari, karena akan melanggar prosedur pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga :  PDIP Mataram Helat Perayaan HUT PDIP ke-52 Bareng Anak Panti Asuhan

Tanggapan Anggota DPRD NTB

Terpisah, Anggota DPRD NTB, Maman, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menyelidiki proyek ini. Ia menduga ada indikasi korupsi dan potensi kerugian negara. “Di mana barangnya? Tidak ada kejelasan! Saya minta APH usut tuntas,” tegasnya.

Maman juga menyoroti kinerja Dikbud NTB yang dinilai amburadul, bahkan mendesak agar kepala dinasnya segera dievaluasi. “Proyek-proyek di Dikbud berantakan. Harus ada penyegaran pejabat” kritiknya.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) NTB, proyek ini dikontrak dengan tiga penyedia:
✅ PT Anugerah Bintang Meditama – Rp14,78 miliar
✅ (Penyedia Tidak Diketahui) – Rp24,99 miliar
✅ PT Karya Pendidikan Bangsa – Rp9,88 miliar

Selisih anggaran sebesar Rp24 miliar dari nilai awal semakin memperkuat dugaan bahwa proyek ini penuh kejanggalan. Ke mana uangnya? Siapa yang bertanggung jawab?

 

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru