Pergelaran Tradisi Budaya Pujawali dan Perang Topat 2024 Lombok Barat Berlangsung Sukses

Avatar

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Pariwisata sukses menggelar acara budaya tahunan Pujawali dan Perang Topat di Pura Taman Lingsar, Lombok Barat, Minggu (15/12/2024).

Tradisi Perang Topat merupakan simbol kerukunan dan toleransi antara dua Suku dan Agama yang berbeda yakni Suku Sasak yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang beragama Hindu.

Acara ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Lombok Barat yang juga telah masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) sebagai bentuk pelestarian budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat Lombok Barat khususnya di Kecamatan Lingsar. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, sekaligus bagian dari Upacara Pujawali yang menggunakan makanan sajian berupa ketupat.

Baca Juga :  Ketua DPD IMM NTB: Wacana Pilkada Tak Langsung, Pilihan yang Keliru dan Merugikan Rakyat

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat mengucapkan selamat datang kepada Penjabat Gubernur NTB dan Direktur Event Daerah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta seluruh tamu undangan yang hadir pada sore hari ini,” ujar Pj. Bupati Lobar H. Ilham saat memberikan sambutannya.

Pj. Bupati Lobar H. Ilham juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata RI, Dinas Pariwisata Lombok Barat serta seluruh pihak dan masyarakat yang telah berpartisipasi, berkolaborasi dan berkontribusi atas terselenggaranya Pergelaran Pujawali dan Perang Topat tahun ini.

Baca Juga :  Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma Janji Kerja Total, Siap Tunggu Vonis Gubernur Enam Bulan Lagi

“Kegiatan Perang Topat ini diawali dengan ritual di Kemaliq di Pura Lingsar. Kemudian masyarakat Hindu dan Muslim melakukan tradisi saling lempar ketupat, sebagai perwujudan toleransi dan pluralisme yang hidup dan terjaga di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya.

Pj. Bupati Lobar H. Ilham menambahkan, Event Pergelaran Pujawali dan Perang Topat merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini, sudah diakui secara Nasional dan sudah masuk Kalender Event pada Kementerian Pariwisata RI.

“Lebih lanjut lagi, untuk melestarikan budaya dan tradisi lagi. Saya mengajak kita semua untuk mencintai dan menjaga budaya serta tradisi ini agar tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat,”ujarnya.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru