Pesan PMI NTB di Malaysia untuk Gubernur Terpilih Iqbal-Dinda

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Desember 2024 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Malaysia- Jumarap, Pria 34 tahun Asal Janapria Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah menjadi pekerja migran yang sudah cukup lama di Kuala Lumpur Malaysia itu mengaku berharap Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal (LMI) bisa membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya untuk Pemuda dan masyarakat di NTB.

Alasan mungkin sama dengan yang lain, berharap ada perubahan yang lebih baik Khususnya Daerah NTB tercinta.

Ia mengeluhkan soal kesempatan kerja. Banyak teman-teman kita ini yang asal Lombok Tengah untuk mengadu nasib di negeri orang karena lapangan pekerjaan Khususnya NTB cukup minim.

“Saya pribadi gak mungkin datang cari kerja di Negri Orang kalau ada peluang bekerja di tanah kelahiran,”ungkap Jumarap.

Ia mangaku, prihatin usai sekolah malah akhirnya datang ke Malaysia. “Kadang sejumlah temannya ada yang ketangkap, ada yang dideportasi karena tidak memiliki ijin Resmi. Sehingga untuk antisipasi hal itu mungkin Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih bisa membuka lapangan kerja di NTB,” keluhnya.

Pria yang ditugaskan sebagai Penjaga Mesin Ekskavator di Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK) di Ladang Tuan Mee Malaysia ini berharap di NTB khususnya ada perubahan, mereka yang sudah selesai sekolah bisa langsung mendapat peluang agar bisa bekerja.

“Apalagi di Lombok Tengah kan ada MotoGP, mungkin bisa lebih banyak diserap anak-anak dari NTB bisa berkerja di situ. Pemerintah yah bisa melatih agar lebih profesional dan memenuhi standar,”terangnya.

Baca Juga :  Selain UMKM, Badko HMI Bali Nusra Dorong Pemprov NTB Program MBG Libatkan Petani Lokal dan Nelayan

Jumarap berharap, dengan adanya Putra Asal Lombok Tengah yang akan memimpin NTB lima tahun kedepan bisa lebih baik lagi, dan Potensi yang dimiliki NTB jadi peluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda agar tidak lagi kerja di luar Negeri.

“Saya berdoa agar Bapak Lalu Muhammad Iqbal bisa mengemban Amanah dengan baik. Dapat membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda NTB khususnya di Lombok Tengah, karena cukup banyak warga Lombok tengah yang kerja di kebun Kelapa sawit,” ujar Jumarap.

Fadlin juga punya harapan yang sama dari hasil Pilkada NTB 2024. “Maunya bekerja di NTB saja agar lebih dekat sama keluarga. Jujur saja kalau saya pribadi tidak mengharapkan untuk bekerja di Negeri orang, apalagi jauh dari istri, anak dan Orang tua. Semoga Bapak Lalu Muhammad Iqbal tetap semangat dan kami bisa diperhatikan dan dapat mencarikan solusi untuk tidak lagi Warga NTB khususnya lombok jadi buruh di Negeri Orang,”pesannya.

Begitu juga dengan Hendra Pria Asal Kabupaten Lombok Timur, yang baru bekerja di Malaysia beberapa tahun terakhir ini juga memiliki harapan yang sama untuk agar Bapak Gubernur NTB terpilih Pak Lalu Muhammad Iqbal nantinya bisa membawa Provinsi NTB menjadi lebih maju dan berkembang.

“Semoga Bapak tetap semangat, Bapak Amanah, dan kami berharap NTB akan lebih baik lagi kedepannya,”ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., menyampaikan Godaan untuk bekerja ke luar negeri secara ilegal tak kunjung surut. Sejumlah faktor menjadi sebab masih adanya PMI berangkat secara ilegal. Mulai dari tingkat kesadaran rendah hingga penyebaran informasi tata cara keberangkatan secara legal yang belum merata diterima calon PMI.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda 'Nembak' Lansia Pakai Mawar di HLUN: Bukan Modus, Kami Emang Sayang!

“Kalau mau meningkatkan kesejahteraan, ikuti jalur yang benar. Itu yang paling aman,” kata Gde Putu Aryadi

Pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Hanya saja, masyarakat diminta untuk mengikuti prosedurnya. Berangkat ke luar negeri secara ilegal sangat berisiko. Salah satunya bisa menjadi korban perdagangan orang.

”Bukan untung, tapi buntung. Dan ini banyak terjadi, cerita sedih yang berulang terus,” tuturnya.

PMI yang berangkat secara ilegal sulit mendapat perlindungan maksimal. Data mereka tidak masuk dalam KBRI. Perlindungan ketenagakerjaan pun sangat rendah. PMI rentan dieksploitasi, seperti mendapat kekerasan fisik dan seksual, hingga gaji yang tidak dibayarkan.

Modusnya, para calo menawarkan pekerjaan ke luar negeri, kemudian memberikan uang dengan nominal bervariasi kepada CPMI maupun keluarganya.

Pemberian uang ini bertujuan untuk memberi keyakinan terhadap penawaran kerja luar negeri. Padahal yang terjadi sebaliknya. CPMI nantinya akan diberangkatkan secara ilegal.

“Intinya jangan berangkat secara ilegal. Gunakan cara prosedural supaya mendapat perlindungan. Tetap jaga kesehatan, jujur. Serta hindari judi online, Perempuan dan masuk ke Kafe. Lebih baik uangnya untuk di tambung untuk persiapan usaha ketika pulang nanti ke NTB,” imbaunya.

 

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru