Kisah Panwascam di Lombok Barat, Tetap Akur dan Damai dengan Keluarga Walau Beda Pilihan di Pilkada 2024

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 27 November 2024 - 14:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Senggigi- Perbedaan pilihan pada calon Kepala Daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 akan kita hadapi bersama.

Sangat tidak mungkin di tengah kita selalu mengagungkan kebanggaan kita terhadap Demokrasi saat ini warga masyarakat hanya akan menjatuhkan pilihannya pada satu pasangan calon. Bukannya perbedaan pilihan adalah suatu keniscayaan.

Berbeda pilihan akan kita hadapi di kehidupan sosial, mulai dari tempat kerja, komunitas, bertetangga, Organisasi, bahkan di kalangan keluarga.

Demokrasi yang merupakan jalan dalam menentukan seorang Pemimpin yang langsung ditentukan dan dipilih oleh setiap individu masyarakat merupakan keniscayaan. Berbeda pilihan bisa berdampak baik dan sekaligus buruk jika tidak disikapi dengan pikiran dan jiwa dewasa.

Hal yang patut diwaspadai bersama adalah perbedaan pilihan di dalam keluarga, khususnya antara suami dengan istri, Kakak dan Adik pada momen Pilkada serentak ini, mengajarkan kita untuk betul-betul dewasa dan berkepala dingin menyikapi perbedaan pilihan.

Menyikapi hal itu, Hasbullah, yang merupakan Ketua Panwascam Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan, pihaknya meyakini bahwa Negeri ini tidak pernah menuntut kita menjadi pendukung fanatik tanpa akal sehat terhadap Calon, baik itu calon Kepala Desa, Calon Wakil Rakyat (DPR), Calon Bupati, Calon Wali Kota, Calon Gubernur bahkan Calon Presiden tertentu.

Baca Juga :  Mayat Misterius di Gili Nanggu! Wisatawan Gempar, Polda NTB Buru Jawaban di Balik Kematian Janggal

“Saya hampir di tiap kontestasi Politik saya dengan istri, keluarga saya hampir tidak pernah Sama. Selalu aja berbeda pilihan, bahkan saat ini di Pilkada di NTB  saya beda dengan istri saya, yang saya pilih baik Bupati dan Gubenur di NTB. Tidak pernah saya persoalkan secara serius. Saya hanya menginginkan kita menentukan pilihan dengan rasa damai dan bahagia, kemudian datang ke TPS, coblos pasangan yang dia pilih secara merdeka tanpa tekanan dari manapun. Iya, hanya itu. Bukannya alam Demokrasi kita ini justru menuntut kita memiliki keluarga yang semua anggotanya selalu damai. Negeri ini juga berharap kita untuk selalu baik dan rukun dengan tetangga yang merupakan cerminan dari bagian kecil akan kesatuan dan persatuan bersama sebagai warga bangsa,”ungkapnya. Rabu 27 November 2024 kepada media ini

Apa yang saya rasakan saat ini, mungkin dialami juga bagi orang lain, atau malah sebaliknya. Sehingga, Hasbullah berharap kita tidak menjadi bagian yang menjadi pelaku dari dukungan fanatik tanpa akal sehat di Pilkada serentak saat ini yang justru melahirkan perseteruan dan merusak hubungan baik antara keluarga dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Relawan Jokowi NTB Dukung Bambang-Syirajuddin Jadi Bupati Dompu 2024-2029

“Fanatik boleh, yang gak boleh itu kita tidak dewasa menyikapi setiap perbedaan, kita tidak rasional dalam sebuah perbedaan,”terang Hasbullah.

Untuk menghindari lahirnya ketidak sukaan kita terhadap sesuatu, Hasbullah selalu berpegang teguh pada sebuah prinsip yakni keluarga adalah segalanya.

“Berpeganglah kembali pada filosofi dasar bahwa kedamaian dan keselamatan keluarga adalah segala-galanya,”pesan Hisbullah.

Lanjut Hasbullah, menurutnya, dalam hubungannya dikala perbedaan itu lahir, pihaknya selalu mengedepankan dan melihat, bahwa Anak-anak kita lebih membutuhkan kasih sayang dan semua kebutuhan dasar hidupnya terpenuhi dengan baik.

“Anak-anak kita lebih suka menyaksikan orang tuanya rukun dan damai. Bersikap santai dan biasa-biasa saja menyikapi dukungan terhadap Calon Bupati, Calon Wali Kota dan Calon Gubernur tertentu adalah pilihan “pribadi yang berkelas”, meskipun tidak berarti kita apatis pada proses demokrasi lima tahunan ini,”pesannya.

“Mari kita fanatik pada pilihan bahwa NTB ini rakyatnya harus hidup rukun, damai, dan sejahtera. Hadapi Pilkada 2024 dengan banyak senyum. Riang Gembira. Tidak semua kekalahan itu jadi akhir dari segalanya. Dan sebaliknya Kemenangan itu sebuah cobaan dan tanggung jawab yang sangat besar yang akan dimintai pertanggungjawaban diakhir kelak,”pungkasnya.

Berita Terkait

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Berita Terbaru