KAHMI: Pilkada NTB 2024 Ajang Adu Gagasan dan Program, Bukan Hujatan Serta Fitnah

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 16 Juli 2024 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024 sebagai ajang pertarungan gagasan dan program, bukan sebagai ajang saling menghujat, apalagi sampai menyebarkan Fitnah (hoaks).

Para Kandidat diharapkan seyogianya membangun narasi-narasi yang menarik tanpa menjelek-jelekkan kontestan lain agar pemilih berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Mataram menyampaikan, saya lihat dari sejumlah bakal calon kandidat yang maju saat ini adalah Putra -Putri terbaik yang dimiliki Daerah Kita Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Jadi saya lihat sejumlah nama-nama yang yang muncul merupakan sosok yang memiliki jam terbang yang luar biasa, baik dalam dan luar negeri dan karir yang sangat bagus di NTB maupun di luar NTB,”sebut Koordinator Presidium (Kompres) KAHMI Kota Mataram, Bajang Asrin, Selasa, 16 Juli 2024.

Ia berharap, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi kontestasi pertarungan program dan ide yang membangun dan menjawab kebutuhan masyarakat NTB yang lebih baik. Menurut Akademisi Unram itu, Pilgub NTB di Tahun 2024 ini, saya lihat akan jauh lebih maju dalam hal strategi kampanye dibandingkan dengan Pilkada 5 tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024: Ketika Seorang Fahri Hamzah Dukung Nepotisme

Dengan memanfaatkan teknologi saat ini dengan baik dan benar, seharusnya persaingan itu pasti lebih terbuka dan hidup.

“Semoga para kandidat dan relawan/para pendukung itu bersaing dengan isu-isu atau gagasan-gagasan baik tentang Daerah NTB ke Depan. Artinya teknologi bukan lagi sebagai instrumen untuk Saling hujat dan sebarkan informasi bohong yang dapat menciderai substansi dari Demokrasi itu sendiri. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB itu merupakan sebuah perlombaan antara kandidat untuk menunjukkan ide dan gagasannya lewat program-program untuk NTB lebih baik dan Rakyatnya sejahtera,”terangnya.

Dengan mengedepankan gagasan dan program yang pro rakyat, Bajang Asrin yakin isu primitif seperti SARA, sekedar untuk mengelabui warga agar bisa memilihnya tidak akan terjadi dan berlaku lagi di Pilkada NTB 2024.

Baca Juga :  Tak Ada Dualisme, PMI NTB Siap Tegak Lurus Amankan Kepemimpinan Jusuf Kalla

“Ini sangat penting saya rasa, selain Demokrasi kita lebih sehat dan lebih hidup kerena pertarungan gagasan, bagaimana para kandidat itu memikirkan program-program unggulan pembangunan NTB Kedepannya, dan juga bisa dijadikan senjata dalam mendulang dukungan rakyat. Calon yang memanfaatkan isu SARA, ujar kebencian pertanda tidak mempunyai gagasan dan program,” tandas dia.

Kata Banjang Asrin, Pilgub NTB di 2024 ini jadi ajang untuk menentukan nasib Daerah kita dan rakyat lima tahun kedepannya. Dipundak merekalah arah NTB maju atau Mundur.

“Kandidat harus memegang teguh etika dengan tegas menolak kampanye-kampanye negatif yang memicu perpecahan. Jadilah sosok yang bertanggung jawab, jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dukungan Rakyat,”imbauannya.

“Para kandidat tidak boleh membiarkan pendukung terpecah belah karena isu yang dimainkan oleh tim apalagi yang dimainkan isu SARA. Kandidat yang membiarkan isu SARA bergerak liar hanya karena menguntungkannya secara politis mestinya tak layak menjadi gubernur NTB yang kental dengan budaya ketimuran,”tegasnya.

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru