SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa Barat- Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus diperkuat melalui Intervensi langsung hingga Tingkat Posyandu. Hingga saat ini, tercatat 267 Balita Stunting di Kecamatan Taliwang masih memerlukan perhatian bersama.
Intervensi tidak hanya dilakukan melalui pemberian Bantuan Gizi, tetapi juga mencakup Pendampingan Keluarga, Pemeriksaan Kesehatan, Sanitasi, Kondisi Rumah, hingga Lingkungan tempat Tinggal. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi Balita dapat dipantau secara berkelanjutan.
Pada Jumat (7/8/2026), kegiatan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menyasar Kecamatan Taliwang dan Brang Ene.
Di Kecamatan Taliwang, kegiatan berlangsung di Posyandu Tanah Mirah dan Posyandu Kota Baru, Kelurahan Dalam. Dari hasil pemantauan, 267 Balita Stunting masih menjadi sasaran yang membutuhkan perhatian dan pendampingan bersama.
Sementara itu, di Posyandu Mawar Putih 1, Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, terdapat Enam (6) balita yang menjadi sasaran Prioritas dan menerima paket bantuan Gizi.
Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KSB, mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.
“Kepada para orang tua, saya berharap untuk betul-betul memperhatikan Anak-anak kita, terutama terkait status gizinya,” ujarnya.
Selain intervensi Stunting, masyarakat di Taliwang juga mendapatkan berbagai layanan Posyandu bagi ibu Hamil, Balita, Ibu menyusui hingga Lansia.
Sementara di Kecamatan Brang Ene, masyarakat dapat mengakses layanan Agen Gotong Royong (AGR), termasuk memperoleh informasi mengenai berbagai Program KSB Maju.
Penanganan stunting di KSB tidak berhenti pada pemberian bantuan gizi. Pendampingan secara Intensif akan terus dilakukan oleh Lurah, TP PKK, Kader Posyandu, serta Tenaga Kesehatan.
Pemerintah Desa dan kelurahan juga diminta aktif memantau perkembangan kondisi Masyarakat serta mengantisipasi munculnya kasus baru yang belum terdata.
Intervensi serentak tersebut selanjutnya akan berlanjut ke kecamatan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui memperoleh Layanan Kesehatan serta pendampingan secara optimal.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










