Ulama-Umara Bersatu di Pendopo NTB, Miq Iqbal Tegaskan Perang Lawan Kemiskinan demi NTB Makmur Mendunia

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo dan para ulama, tuan guru, serta masyaikh saat Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/1/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan dan keberkahan menuju NTB Makmur Mendunia.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo dan para ulama, tuan guru, serta masyaikh saat Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/1/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan dan keberkahan menuju NTB Makmur Mendunia.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara yang digelar di halaman tengah Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (24/1/2026) malam, berlangsung khidmat dan sarat makna.

Pertemuan ini menghadirkan energi persatuan yang kuat antara para masyaikh, tuan guru, dan jajaran pemerintah dalam ikhtiar bersama membangun Nusa Tenggara Barat.

Rombongan ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, hadir dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Dalwa, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun. Ia didampingi sejumlah pengasuh, di antaranya Habib Ali Ridho Baharun, serta Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Dalwa, Prof. Dr. Ali Zainal Abidin bil Faqih.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya karena NTB dipercaya menjadi tuan rumah majelis yang dinilainya penuh keberkahan.

Menurutnya, pertemuan ulama dan umara merupakan ruang strategis untuk memperkuat ikatan batin antara pemerintah dan tokoh agama.

“Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” kata Pria yang akrab disapa Miq Iqbal.

Pada kesempatan tersebut, Miq Iqbal juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pemikiran Hasan Bangil, yang menurutnya turut memengaruhi perjalanan cara berpikir bangsa.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda: Idul Adha Bukan Cuma Potong Sapi, Tapi Juga Potong Ego, Malas, dan Drama Pribadi

“Saya membaca perdebatan Hasan Bangil dan Soekarno sejak saya SMA. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dzurriyat beliau,” ungkapnya.

Pada  kesempatan tersebut, Miq Iqbal menegaskan bahwa NTB merupakan negeri yang diberkahi. Pulau Lombok bahkan dikenal sebagai ‘Negeri Seribu Wali’, dengan jejak sejarah dan makam para wali yang tersebar di berbagai wilayah.

Ia kemudian memaparkan tiga agenda besar Pemerintah Provinsi NTB, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia.

“NTB masih memiliki 106 desa kategori kemiskinan ekstrem. Kefakiran itu cenderung membawa pada kekafiran. Semua penyakit sosial berawal dari kemiskinan. Karena itu kita harus mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.

Miq Iqbal menekankan pentingnya dukungan para tuan guru dan masyaikh dalam menggerakkan ikhtiar bersama demi kemaslahatan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo, SIK, M.Si, yang baru menjabat, memperkenalkan diri di hadapan Majelis Silaturahmi. Ia menegaskan komitmen Polda NTB untuk menjaga kedekatan antara aparat, ulama, dan masyarakat.

Baca Juga :  Provinsi NTB Siap Jadi ‘Kerajaan Ayam'

Kapolda juga menyinggung arah pembaruan hukum nasional yang menekankan pendekatan restorative justice, agar penegakan hukum tidak semata bersifat represif, “melainkan tetap menghadirkan rasa keadilan dan kemaslahatan sosial,”ungkapnya.

Mewakili ulama dan tuan guru NTB, Prof. Masnun Tahir menyampaikan sambutan hangat dengan menyebut NTB sebagai ‘Sejengkal Tanah Surga di Bumi.’ Ia menegaskan bahwa silaturahmi ulama dan umara bukan sekadar seremoni, melainkan kekuatan moral dan sosial untuk menegakkan keadilan serta memperkuat persatuan umat.

“Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” ujar Masnun Tahir, yang juga Ketua PW NU NTB.

Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menekankan bahwa pertemuan ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban. Ia memperkenalkan Ponpes Dalwa sebagai rumah bahasa dan dakwah, sekaligus menegaskan bahwa bahasa dan ilmu adalah perekat persatuan umat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1
Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat
Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026, Khairunnisa Asal Bima Raih Juara 1

Senin, 21 September 2026 - 10:02 WIB

Bank NTB Syariah Gandeng Maybank Indonesia, KUR dan Remitansi PMI NTB Diperkuat

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Berita Terbaru