Tragis! Balita Tewas Tertembak Kakak Kandung di Ladang Jagung Dompu

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Tragedi memilukan terjadi di Dusun Ointala Atas, Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Kamis (1/05). Seorang balita perempuan, Titi Cantika (3), tewas tertembak senapan angin PCP yang diduga ditembakkan oleh kakak kandungnya sendiri yang baru berusia tujuh tahun.

Peristiwa nahas ini terjadi saat kedua orang tua korban, Rumiah (55) dan Rabiah (47), membawa kedua anak mereka ke ladang jagung keluarga sekitar pukul 09.00 WITA. Menurut keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Dompu, AKP Zuharis, senapan angin milik keluarga dibiarkan begitu saja di dalam pondok ladang, dalam kondisi terisi peluru.

Baca Juga :  Dompu dan Bima Kembali Direndam Banjir, Ratusan Rumah Tenggelam

“Ketika ditinggal bekerja di ladang, sang kakak diduga bermain-main dengan senapan tersebut dan tanpa sengaja menembakkannya ke arah kepala sang adik,” ungkap AKP Zuharis. Jum’at (2/5).

Peluru menghantam sisi kiri kepala korban. Mendengar suara letusan, kedua orang tua segera berlari ke pondok dan menemukan putri mereka dalam kondisi kritis, bersimbah darah. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Nangakara. Namun karena keterbatasan fasilitas, ia kemudian dirujuk ke RSUD Dompu. Sayangnya, nyawa Titi Cantika tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.00 WITA.

Polisi menyimpulkan insiden ini sebagai kecelakaan tragis akibat kelalaian penyimpanan senjata. “Ini murni kelalaian orang tua yang tidak menyimpan senapan di tempat aman,” kata AKP Zuharis.

Baca Juga :  Agus Hendra Sanjaya dari SAR Mataram Terima Penghargaan APDI atas Inovasi Drone di Rinjani

Kapolsek Pekat, IPTU Agus Tamin, turut mengimbau masyarakat agar tak menganggap enteng keberadaan senapan angin di lingkungan keluarga. “Senapan angin bukan mainan. Meski bukan senjata api, daya rusaknya bisa mematikan. Jangan biarkan anak-anak menjangkaunya,” tegasnya.

Kematian Titi Cantika menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Tragedi ini sekaligus menjadi alarm keras akan pentingnya pengawasan anak dan tanggung jawab penuh dalam menyimpan benda berbahaya.

“Satu kelalaian bisa merenggut nyawa. Jangan abaikan potensi bahaya di sekitar anak-anak,” pungkas AKP Zuharis.

 

Berita Terkait

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah
Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025
Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah
NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata
Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk
Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas
Ngopi Bareng Berujung Dukungan, PSOI NTB Bidik PT Amman untuk Masa Depan Surfing NTB
Nilai Tukar Petani NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Ini Penyebabnya
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:00 WIB

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:35 WIB

Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:11 WIB

Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:00 WIB

NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:42 WIB

Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk

Berita Terbaru