SUMBAWAPOST.com |™ Bima- Pencarian hari ke-Dua terhadap Korban terseret Ombak di Perairan Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya berakhir. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota dan Basarnas Bima menemukan korban terakhir, Muhidir (47), dalam kondisi Meninggal Dunia pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Muhidir merupakan satu dari Enam Warga yang terseret ombak saat memancing di perairan tersebut. Korban ditemukan mengambang di permukaan laut, sekitar 10 meter dari titik lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP).
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, melalui Kasat Polairud IPTU Syarif Rijaidinsyah, menyampaikan bahwa penemuan Muhidir mengakhiri pencarian terhadap Korban yang sebelumnya dilaporkan belum ditemukan.
“Memasuki hari kedua pencarian, personel Sat Polairud Polres Bima Kota bersama Basarnas Bima kembali melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap Muhidir yang sebelumnya dilaporkan belum ditemukan,” demikian keterangan yang disampaikan melalui Kasat Polairud IPTU Syarif Rijaidinsyah.
Setelah ditemukan, tim gabungan langsung mengevakuasi jenazah Muhidir untuk dibawa ke Puskesmas Langgudu.
Penemuan korban terakhir tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian dan pertolongan terhadap Enam Warga yang mengalami musibah di Perairan Baku. Operasi SAR secara resmi dihentikan pada pukul 13.30 WITA.
Berdasarkan data kejadian, Enam Orang pemancing terseret ombak di Perairan Baku. Empat orang berhasil selamat, yakni Abdul Rajak (50), Bambang (50), Hudi (50), dan Madi Lau (46).
Sementara itu, dua pemancing lainnya meninggal dunia. Nifsu Sa’aban (32) ditemukan pada Sabtu (10/10/2026), sedangkan Muhidir (47) ditemukan pada Minggu (11/10/2026) siang.
Keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja sama personel Sat Polairud Polres Bima Kota dan Basarnas Bima dalam menjalankan operasi pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen Polisi Bersama Masyarakat untuk hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan pertolongan secara cepat, responsif, serta humanis.
Polres Bima Kota mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang melakukan aktivitas memancing di wilayah pesisir maupun perairan laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan keselamatan diri sebelum melaut.
Masyarakat juga diharapkan mengutamakan keselamatan serta menghindari aktivitas di lokasi perairan yang berpotensi membahayakan jiwa.
Atas musibah tersebut, Polres Bima Kota menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi kehilangan.
Dengan ditemukannya Muhidir, seluruh korban dalam peristiwa tersebut telah ditemukan. Operasi pencarian yang berlangsung selama dua hari itu resmi berakhir setelah korban terakhir berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











