Tiga Investor Jakarta Lirik NTB: 198 Ribu Ton Ikan dan 11 Hektare Lahan Jadi Magnet Industri Udang Beku

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPSOT.com, Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka peluang investasi besar di sektor perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menerima kunjungan calon investor asal Jakarta untuk membahas rencana pembangunan unit pengolahan udang beku, yang berpotensi mengubah wajah industri perikanan lokal.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekda NTB, dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, H. Muslim, ST., MT., Kabid Perikanan Budidaya H. Karim Marasabessy, S.Pi., MM., serta jajaran staf Dislutkan NTB.

Calon investor, yakni Gunawan, Alexander, dan Moses, menaruh perhatian khusus pada kawasan sekitar Gili Mas, yang dinilai strategis untuk efisiensi transportasi peti kemas. Selain itu, Pemprov NTB menyiapkan alternatif lokasi di Labuhan Lombok, Teluk Santong, dan Labuhan Badas, dengan luas lahan mencapai ±11 hektare.

Baca Juga :  KP4S Gas Pol, Sekda Kota Bima Dukung Aksi ‘Goyang’ Poto Tano 15 Mei

Dalam paparannya, Kadis Kelautan dan Perikanan NTB menegaskan, produksi perikanan NTB mencapai sekitar 198.000 ton per tahun, dengan kontribusi terbesar dari Sumbawa sekitar 148.000 ton. Sesuai arahan Gubernur, hasil produksi tidak boleh langsung diekspor tanpa proses pengolahan. Tujuannya untuk memberi nilai tambah, membuka peluang pemanfaatan limbah, serta meningkatkan serapan tenaga kerja lokal.

Sebagai langkah konkret, para calon investor dijadwalkan meninjau lokasi-lokasi potensial di Lembar dan Sumbawa dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi NTB menegaskan dukungan penuh melalui penyediaan lahan dan regulasi yang ramah investasi.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Inilah Daftar Lengkap 40 Anggota DPRD Kota Mataram 2024-2029

“Rencana investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi NTB, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas strategis daerah,” kata H. Muslim.dalam keterangannya yang diterima media ini. Rabu (1/10/2025).

Dengan hadirnya investor ini, NTB tidak hanya siap meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah industri perikanan lokal, membuka peluang kerja, dan memperkuat posisi NTB di pasar nasional maupun internasional.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru