Temui PMI NTB di Malaysia, Kadis Nakertrans Ingatkan 4 Hal ini

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Malaysia- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB melakukan kunjungan ke Malaysia, yakni ke KLK Berhad di Selangor dan FGV Plantation di Perak, pada 9-10 Desember 2024.

KLK Berhad Selangor dan FGV Plantation merupakan dua perusahaan besar yang mempekerjakan PMI asal NTB di Malaysia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikan sejumlah pesan kepada para PMI NTB di Malaysia.

Yang pertama ia mengatakan, kunjungan ini untuk memastikan kesejahteraan dan hak-hak PMI asal NTB yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut.

“Saya mengingatkan para Semeton (teman) PMI untuk menghindari perilaku yang dapat merusak diri dan mengancam masa depan ekonomi dan masa depan tema-teman semua,”katanya.

Apalagi saat ini, katanya yang jadi Fokus pemerintah yakni pemberantasan judi online, narkoba, dan minuman keras.

“Dan yang ke Dua Saya minta dengan tegas untuk menghindari Judi online, kecanduan minuman keras( masuk diskotik), narkoba, serta hubungan bebas. Penghasilan yang diperoleh harus digunakan secara bijaksana dan tidak untuk hal-hal merugikan seperti berjudi atau mabuk-mabukan. Banyak sekali godaan di luar sana, terutama judi online, yang hanya akan merugikan Anda,” ujar Aryadi, saat berdialog bersama para PMI asal NTB di FGV Plantation, Selasa, (10/12/2024).

Baca Juga :  4.400 Jemaah Haji NTB Siap Berangkat, Wagub Umi Dinda Ancam Petugas: Jangan Main-main, Lansia dan Sakit Harus Dilayani Ekstra

Dan yang ke tiga, Aryadi juga mengingatkan para PMI agar mematuhi peraturan yang ada baik di negara tempat mereka bekerja maupun di perusahaan tempat mereka bekerja. Ia menekankan agar para pekerja tidak mudah tergoda oleh iming-iming gaji lebih tinggi dari pihak yang tidak jelas, yang sering kali menyebabkan pekerja kabur dari perusahaan yang legal dan akhirnya menjadi ilegal.

“Jangan tergoda oleh tawaran yang tidak jelas. Itu bisa membuat anda terjebak dalam masalah hukum yang tentu sangat merugikan,” pesannya.

Dan yang ke empat Ariyadi juga memaparkan berbagai program pemerintah, diantarnya asuransi kesehatan bagi PMI dan program pasca-kerja bagi PMI yang kembali ke Indonesia.

“Saya kira ini sangat penting sebagai bentuk perlindungan yang baik bagi para PMI asal NTB, terutama terkait akses kesehatan, jam kerja yang manusiawi, serta lingkungan tempat tinggal yang layak,”terangnya.

Baca Juga :  Event Rimpu Kota Bima Diusulkan Masuk KEN 2026, Kadispar Sukarno Dorong Integrasi Kebijakan Pariwisata NTB

Bagi Aryadi, hubungan yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerja, juga tidak kalah penting, karenanya ia mengingatkan jika ada masalah agar diselesaikan secara baik-baik, tanpa mengambil langkah yang dapat merugikan diri sendiri.

Chief Executive Officer FGV Plantation Malaysia, Hamdan Ismail, mengatakan Pelda memiliki lahan seluas 740 ribu hektar, dimana 300 ribu hektar diantaranya dikelola oleh FGV Plantation.

“Di tahun 2025, ada 5000 orang pekerja asal Lombok yang akan masuk bekerja disini,” ujarnya.

Dengan kunjungan ini diharapkan hubungan kerjasama antara manajemen pekerja dan Pemerintah Provinsi NTB memberikan kebaikan kepada kedua belah pihak, terutama para pekerja migran.

Pada pertemuan tersebut sejumlah harapan dan keluhan dari pekerja PMI Asal NTB disampaikan lewat dialog secara langsung.

Dari pekerja sendiri secara umum menyampaikan meminta dukungan pemerintah terhadap PMI Indonesia luar Negeri.

 

Berita Terkait

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Berita Terbaru