Sumbawa Masuk Zona Hitam Adipura, Wabup Ansori Soroti Maraknya TPS Liar dan Lemahnya Penanganan Sampah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori saat memimpin rapat koordinasi penanganan sampah di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori saat memimpin rapat koordinasi penanganan sampah di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com | Sumbawa- Persoalan sampah di Kabupaten Sumbawa kian menjadi sorotan serius. Maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di berbagai wilayah dinilai menjadi salah satu penyebab utama anjloknya penilaian Adipura hingga membawa Sumbawa masuk kategori zona hitam.

Kondisi tersebut mendorong Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengambil langkah cepat dengan memimpin langsung rapat koordinasi penanganan sampah yang digelar di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu pagi.

Rapat strategis itu dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta seluruh camat se-Kabupaten Sumbawa. Fokus utama pembahasan mengerucut pada meningkatnya jumlah TPS liar yang tersebar di sejumlah titik dan dinilai semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, TPS liar banyak ditemukan di area jalan dan fasilitas umum, bantaran sungai, hingga lahan kosong. Keberadaan titik-titik pembuangan ilegal ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat serta memengaruhi penilaian kebersihan daerah.

Baca Juga :  Seorang Ibu Diduga Bakar Anak Kandung di Sumbawa, Begini Kronologi dan Asalnya

Wakil Bupati H. Ansori mengungkapkan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya hasil penilaian Adipura. Kabupaten Sumbawa tercatat hanya meraih nilai 28,50 dan masuk dalam kategori zona hitam.

Menurutnya, persoalan ini tidak berdiri sendiri. Kompleksitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari luasnya sebaran TPS liar, keterbatasan armada pengangkut, hingga minimnya sumber daya manusia di sektor persampahan. Selain itu, perilaku masyarakat serta belum maksimalnya peran kecamatan dan desa turut memperparah kondisi tersebut.

“Penanganan harus dilakukan sesegera mungkin. Kita harus fokus pada hasil nyata di lapangan, bukan hanya dibersihkan, tetapi juga dipastikan agar sampah tidak muncul kembali,” tegas Wabup Sumbawa dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga :  Sebanyak 30 Negara Kumpul di Pantai Gelora Sumbawa

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif camat dan kepala desa dalam menangani persoalan sampah di wilayah masing-masing. Seluruh sumber daya yang tersedia diminta untuk dimaksimalkan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Ini bukan hanya untuk kepentingan penilaian Adipura, tetapi untuk kebersihan lingkungan kita dalam jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup Ansori mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa upaya penanganan sampah tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi harus disertai dengan aksi nyata dan kesadaran bersama.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan persoalan sampah di Kabupaten Sumbawa dapat segera teratasi, sehingga kualitas lingkungan hidup dapat meningkat dan ke depan mampu keluar dari zona hitam Adipura.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’
Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah
Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki
Ketua FKMHB Ungkap Indikasi Error in Objecto Aset Serasuba, DPRD Bima Sebut Tanah Bukan Milik Pemkot
Pria Asal Sumenep Madura, Abul Chair Resmi Jadi Sekda NTB, Iqbal Ungkap Proses Panjang di Balik Layar
Surati Menteri ESDM, Badko HMI Bali-Nusra Tolak Ekspor PT AMNT: Hilirisasi Jangan Dipermainkan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?

Jumat, 10 April 2026 - 17:01 WIB

Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima

Jumat, 10 April 2026 - 09:58 WIB

Sekda NTB dari Madura, Bukan Putra Daerah-Iqbal Tuntut Pejabat Kerja ‘Extraordinary’

Kamis, 9 April 2026 - 22:38 WIB

Nama Gubernur NTB Muncul di Sidang Kasus ‘Dana Siluman’ DPRD, Saksi Akui Terima Perintah

Kamis, 9 April 2026 - 22:31 WIB

Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki

Berita Terbaru