Siswa SMAN 1 Parado Bima Terpaksa Belajar Sif, Proyek Sekolah Terbengkalai seperti ‘Rumah Hantu’

Avatar

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana bangunan seperti ‘Rumah Hantu’ di SMAN 1 Parado Bima, ruang kelas yang belum selesai dibangun dan mulai ditumbuhi semak belukar, terlihat terbengkalai di tengah hujan, Senin (26/1/2026). Siswa terpaksa belajar dengan sistem sif (shift) agar proses KBM tetap berjalan.

Suasana bangunan seperti ‘Rumah Hantu’ di SMAN 1 Parado Bima, ruang kelas yang belum selesai dibangun dan mulai ditumbuhi semak belukar, terlihat terbengkalai di tengah hujan, Senin (26/1/2026). Siswa terpaksa belajar dengan sistem sif (shift) agar proses KBM tetap berjalan.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Pembangunan ruang kelas dan laboratorium di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, Provinsi NTB hingga kini belum rampung, meskipun waktu pelaksanaan proyek telah jauh melewati batas yang ditetapkan. Kondisi ini diakui langsung oleh Kepala SMAN 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, saat dikonfirmasi media ini, Senin (26/1/2026).

“Waktu pelaksanaan tercatat sejak Desember 2024,” ujar Nuryadin, menjelaskan keterlambatan pembangunan yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar (KBM).

Akibat sejumlah ruang belajar yang masih dalam renovasi, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sif (shift) agar KBM tetap berjalan.

“Karena sejumlah ruang belajar masih dalam tahap renovasi, untuk memastikan dan memaksimalkan KBM tetap berjalan, kami menerapkan sistem sif, yakni masuk pagi dan sore,” tambahnya.

Nuryadin menegaskan, berbagai kendala pembangunan ini telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi NTB, namun hambatan utama masih terkait keterbatasan material bangunan, khususnya baja dan besi.

Baca Juga :  KPU NTB Deklarasi Zona Integritas Menuju WBBM 2026, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

“Proses pemeriksaan oleh BPK dan Inspektorat Provinsi NTB sudah dilakukan. Untuk pendistribusian material pembangunan, itu menjadi kewenangan pihak lain,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, proyek tersebut merupakan bagian dari Anggaran DAK 2024 dan saat ini sedang mendapatkan perhatian serius dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Kondisi ini menambah sorotan publik terhadap lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya mendukung pendidikan siswa.

Selain itu, sejumlah ruangan sekolah kini sudah ditumbuhi semak belukar akibat dibiarkan terbengkalai dan sering tersiram air hujan, menambah kesan proyek terbengkalai seperti ‘Rumah Hantu’.

Meski demikian, pihak sekolah berharap pembangunan segera dilanjutkan.

Baca Juga :  Satu Keluarga di Mataram Kompak Dagang Sabu, Paman dan Keponakan Bareng-Bareng Masuk Bui

“Sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang antusias belajar,” tegas Nuryadin.

SMAN 1 Parado juga dikenal menghasilkan alumni berprestasi. Pada seleksi TNI 2025, sekitar 20 alumni berhasil lulus, dan sebagian di antaranya kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Banyak alumni yang berhasil lulus seleksi, dan ada juga yang kembali mengabdi di SMAN 1 Parado,” pungkas Nuryadin, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas meski menghadapi kendala pembangunan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Dikbud NTB, H. Arifin, yang dihubungi media ini terkait persoalan tersebut, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD
NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis
Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan
DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:56 WIB

DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 18:53 WIB

NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis

Selasa, 21 April 2026 - 17:07 WIB

Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Berita Terbaru