Di tengah tekanan berat Pembahasan APBD 2026, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengambil langkah tak biasa yakni Menggembleng para Pejabat Eselon II dalam Retreat ala Militer di Markas Korem 162/Wira Bhakti. Selama Dua hari. Para pimpinan OPD Dipaksa keluar dari rutinitas penuh Rapat dan Stres untuk kembali menyatu, membangun soliditas, dan Menyiapkan Mental menghadapi Dinamika besar kebijakan Nasional.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, membuka kegiatan Retreat Pejabat Eselon II Pemprov NTB Tahun 2025 di Korem 162/Wira Bhakti, Jumat (28/11). Agenda dua hari ini dirancang untuk memperkuat soliditas, koordinasi, serta ketahanan mental jajaran birokrasi setelah melewati dinamika panjang pembahasan APBD 2026.
Gubernur menegaskan bahwa retreat bukanlah bentuk militerisasi birokrasi, melainkan ruang jeda bagi para pejabat untuk memulihkan energi setelah proses anggaran yang menguras tenaga dan emosi.
“Teman-teman pasti mengalami stres selama berhari-hari dalam persiapan APBD ini. Maka kegiatan ini adalah take a break, keluar dari rutinitas sehari-hari. Dua hari ini khusus untuk latihan dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat ikatan emosional antarpimpinan perangkat Daerah, hal yang menurutnya menjadi titik paling krusial dalam memperbaiki kinerja organisasi.
“Barang paling mahal dan paling sulit itu adalah koordinasi. Dengan bekerja dan hidup bersama selama dua hari ke depan, saya berharap ini bisa merekatkan tali emosional dan menguatkan kerja tim,” ungkapnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental ASN dalam menghadapi perubahan kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak usah bermimpi melakukan perubahan tanpa cobaan dan gangguan. Maka kita harus tegar dan kuat menjalani perubahan ini,” tegasnya.
Ia berharap retreat ini melahirkan pejabat yang lebih solid, tangguh, dan siap menjadi motor penggerak perubahan di Pemerintah Provinsi NTB. Selama dua hari kegiatan, peserta mengikuti sesi penguatan kapasitas, diskusi, hingga aktivitas team building untuk memperkuat kekompakan.









