Proyek Terancam Molor di NTB, Logis Minta Kontraktor Tetap Fokus Bekerja

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2024 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Lombok Global Institute (Logis) meminta para kontraktor untuk tetap fokus bekerja terhadap proyek-proyek yang terancam molor tersebut. Mengingat ini merupakan akhir tahun yang menjadi batas waktu pengerjaan sejumlah proyek.

Direktur Logis, M. Fihiruddin mengatakan para kontraktor sebaiknya fokus bekerja menyelesaikan pekerjaan yang tersisa di sisa waktu tersebut.

“Kami meminta kontraktor tetap fokus bekerja menyelesaikan pekerjaan yang hampir mencapai tenggang waktu tersebut,” katanya, Jumat, 27 Desember 2024.

Proyek-proyek seperti Islamic Center, Rumah Sakit Mandalika, DAK Dikbud 2024, gerbang Masbagik hingga RSUD Praya saat ini tengah dikerjakan dan memasuki waktu akhir. Namun Logis meminta para kontraktor tetap fokus untuk menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga :  Skandal Proyek Embung Jerowaru Dibongkar! DPRD NTB Hamdan Kasim Ngamuk, Minta Gubernur Hentikan Sebelum Terlambat

“Jangan terpengaruh desakan memutus kontrak karena tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Fihiruddin mengatakan dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Barang dan Jasa, menyatakan bahwa memberikan kesempatan kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan sampai 50 hari kalender sejak masa berakhir kontrak pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan melalui tahun angggaran.

Baca Juga :  Bappeda NTB Targetkan Penguatan 7.800 Posyandu Berbasis 6 SPM pada 2026

“Ada aturan memberikan tempo 50 hari pasca kontrak berakhir, meskipun dengan konsekuensi denda perhari,” katanya.

Dia mengimbau semua kontraktor tetap fokus dalam mengerjakan proyek yang tersisa tanpa menghiraukan sejumlah gangguan jika ada.

“Karena proyek-proyek ini untuk masyarakat luas, maka perlu kita dukung penyelesaian hingga tuntas,” ujar dia.

Lebih lanjut Fihiruddin meminta masyarakat untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek tersebut.

“Mengingat sangat strategis untuk kebutuhan masyarakat seperti di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga religi dan pariwisata,”pungkasnya.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru