PON Aceh-Sumut 2024 Berakhir, Kontingen NTB Bawa Pulang 54 Medali

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 21 September 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost.com, Sumut- Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin menghadiri closing ceremony PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan mengibarkan bendera PON dengan semangat membara, sebagai pertanda kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON Tahun 2028 mendatang. Bertempat di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Jum’at 20 September 2024, malam.

Pj Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kontingen NTB yang telah bertanding sekuat tenaga di PON Aceh – Sumut 2024. “Perolehan medali Kontingen NTB sejumlah 16 Medali EMAS, 17 Medali PERAK, dan 21 Medali PERUNGGU,”ungkapnya.

Sementara itu, kepada para atlet yang belum mampu mempersembahkan medali, Hassanudin berpesan jangan pernah berkecil hati.

Baca Juga :  Bukan Cinta Lokasi, Tapi Cinta Investasi! Delegasi Balkan Kepincut NTB Gara-Gara PLTA dan Pulau Moyo

“Tetap semangat dan terus berlatih. Raih prestasi terbaik dengan selalu menjunjung tinggi sportifitas. 2028 nanti, borong lah medali,” pesannya.

Tak lupa, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin juga mengucapkan terima kasih kepada KONI NTB, Bank NTB Syariah, PT Amman Mineral dan seluruh pihak yang tidak bisa di sebutkan satu-persatu, yang selalu mendukung dan memberikan kontribusi luar biasa pada PON 2024 ini.

“Ingat, Tetap Cinta NTB dan Bangga kepada NTB!!! Kobarkan semangatmu. Membara NTBKU” tandas Hassanudin.

Sementara, Ketua KONI NTB Mori Hanafi menyampaikan, diakuinya mesti Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak mampu memenuhi target meraih 20 medali emas di PON Aceh-Sumut 2024, bahwa capaian 16 medali emas di PON Aceh-Sumut ini jauh meningkat dibandingkan dengan PON Papua yang hanya meraih 15 medali emas, 11 medali perak, dan 12 perunggu.

Baca Juga :  Greycia Angelika Baco, Siswi SMAN 2 Mataram Sabet Juara Voice of KK NTB 2025

“Tapi kami tetap akan melakukan evaluasi apalagi kita pada 2028 akan jadi tuan rumah. KONI NTB tetap bertanggungjawab atas persoalan ini. Banyak sekali pelajaran yang kita bisa petik di PON Aceh-Sumut ini baik dari sisi pertandingan, persiapan atlet, dan persiapan arena,” katanya.

Berita Terkait

NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih
1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang
Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG
Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat
Bupati Jarot Kejar Megaproyek Unggas Rp1,7 Triliun, Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional
IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Agam Rinjani dan Panji Petualang Ditolak Datang ke Rinjani, Tokoh Pemuda dan Ormas Lombok Timur Beberkan Alasannya
Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Pemprov NTB: Bukan Sekadar Kredit, Tapi Harapan Baru bagi UMKM
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:04 WIB

NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:33 WIB

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:57 WIB

Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:38 WIB

Bupati Jarot Kejar Megaproyek Unggas Rp1,7 Triliun, Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional

Berita Terbaru

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Pemerintahan

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:33 WIB