Polres Sumbawa Dituding Lamban Tangani Kasus KDRT, Fakta Sebenarnya Terungkap

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 08:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar – Di tengah sorotan publik terkait dugaan kelambanan dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Polres Sumbawa membongkar fakta mengejutkan. Ternyata, sejak awal mereka telah melakukan serangkaian proses penyelidikan yang intensif terhadap kasus yang dialami Sdri. Tuti Ferawati, S.Pd.

Kasus ini mencuat setelah korban mengalami KDRT pada Rabu, 13 November 2024. Laporan pengaduan resmi baru diterima oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Sumbawa pada Desember 2024. Namun, tak seperti yang diberitakan, polisi langsung bergerak cepat!

Kapolres Sumbawa, melalui Kasat Reskrim AKP Dilia Pria Firmawan, S.Tk, S.IK, menegaskan pada Jumat 4 April 2025, pagi bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah konkret dalam menangani kasus ini.

“Laporan pengaduan sudah kami terima dan langsung ditangani oleh penyidik Unit PPA Polres Sumbawa,” tegas AKP Dilia.

Berbagai langkah sudah dilakukan, mulai dari pemeriksaan korban, saksi-saksi, hingga terlapor. Bahkan, terlapor dikenakan kewajiban wajib lapor dua kali seminggu di Polsek Rhee.

Upaya mediasi juga telah dilakukan sebanyak dua kali, pertama pada 11 Desember 2024 di UPTD PPA, meski saat itu terlapor belum dihadirkan atas permintaan korban. Mediasi kedua pada 7 Februari 2025 juga belum membuahkan kesepakatan.

Tudingan bahwa polisi lamban langsung dibantah keras oleh Kasat Reskrim. Ia menegaskan bahwa pihaknya justru telah berulang kali menghubungi korban untuk segera membuat laporan resmi agar kasus ini bisa naik ke tahap penyidikan.

Baca Juga :  Darah Tumpah di Tanah Sengketa: Eksekusi Lahan di Sumbawa Ricuh, Tiga Polisi Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit

“Kami sudah berkali-kali menghubungi korban, tetapi tidak pernah mendapat respons. Ini membuat penyidik kesulitan dalam memproses kasus lebih lanjut,” bebernya.

Kini, setelah berbagai upaya dilakukan, korban akhirnya bersedia datang ke Polres Sumbawa untuk membuat laporan resmi. Dengan perkembangan terbaru ini, polisi memastikan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas.

Dengan fakta-fakta yang terungkap, publik kini bisa melihat bahwa Polres Sumbawa telah bekerja keras menangani kasus ini, meskipun sempat terhambat oleh kurangnya respons dari korban. Kasus ini kembali membuktikan bahwa polisi tetap berkomitmen memberantas KDRT dan memastikan keadilan bagi para korban.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru