Pilgub NTB 2024: Ketika Seorang Fahri Hamzah Dukung Nepotisme

Avatar

- Jurnalis

Senin, 16 September 2024 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fahri Hamzah, dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional dan politisi ternama yang selama ini dikenal pro-demokrasi, telah membuat keputusan mengejutkan dengan mendukung pasangan Iqbal-Dinda dalam Pilkada NTB 2024. Keputusan ini sangat mengejutkan, mengingat salah satu calon wakil gubernur dalam pasangan tersebut, Hj. Indah Damayanti Putri, merupakan pelopor nepotisme di NTB.

Hj. Indah Damayanti Putri, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Muhammad Iqbal, merupakan figur yang dikenal karena praktik nepotisme yang merajalela dalam struktur pemerintahan Kabupaten Bima – NTB. Di bawah pengaruhnya, berbagai posisi strategis mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Kepala Dinas diisi oleh kerabat dekatnya. Nepotisme ini bukan hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga mencederai prinsip-prinsip demokrasi yang harusnya menjunjung tinggi meritokrasi dan keadilan.

Sebagai mantan aktivis pergerakan pro-demokrasi, dukungan Fahri Hamzah terhadap pasangan Iqbal-Dinda seolah menjadi tamparan keras bagi nilai-nilai demokrasi yang selama ini diperjuangkan. Fahri Hamzah yang dikenal karena kiprahnya dalam memperjuangkan reformasi dan prinsip-prinsip demokrasi seharusnya tidak terlibat dalam mendukung praktik yang jelas-jelas mencoreng citra Demokrasi. Dukungan ini menjadi sebuah kontradiksi yang sangat mencolok, terutama ketika melihat bahwa Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang didukung adalah simbol dari nepotisme yang merusak fondasi demokrasi.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024: Tuan Puad Bantah Yatofa Dukung Iqbal-Dinda

Nepotisme yang dilakukan Hj. Indah Damayanti Putri bukan hanya masalah tata kelola, tetapi juga menunjukkan ketidakpedulian terhadap prinsip keadilan dan kesempatan yang sama. Ketika kekuasaan digunakan untuk menguntungkan keluarga dan kerabat, masyarakat menjadi korban dari sistem yang tidak adil. Hal ini bukan hanya merugikan kepentingan publik, tetapi juga menciptakan ketidakpercayaan terhadap institusi pemerintahan.

Baca Juga :  LPW NTB Minta DPRD Desak Pj Walkot Bima Batalkan Mutasi-Rotasi Saat Pilkada

Dengan dukungannya terhadap pasangan Iqbal-Dinda, Fahri Hamzah tidak hanya merusak integritasnya sebagai politisi dan aktivis pro-demokrasi, tetapi juga mencoreng reputasi sistem demokrasi di Indonesia. Seharusnya, sebagai seorang tokoh yang pernah berada di garis depan memperjuangkan Demokrasi, Fahri Hamzah seharusnya menolak segala bentuk praktik nepotisme dan memastikan bahwa pilihannya mendukung calon yang benar-benar dapat membawa perubahan positif dan adil.

Kita berharap bahwa kepemimpinan yang akan datang di NTB akan terhindar dari praktek-praktek nepotisme dan lebih fokus pada pembangunan yang inklusif serta berlandaskan pada prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya. Dukungan terhadap calon yang jelas-jelas memperjuangkan nepotisme hanya akan memperburuk keadaan dan merusak harapan masyarakat untuk pemerintahan yang bersih dan adil.
Wasallam

New Surya, 16 September 2024

Penulis: Ardiansyah

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru