Menteri Rasa Sultan, Fadli Zon Resmi Jadi ‘Datu Pangeran Mas Depati’ di Bayan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Utara-Perayaan Maulid Adat Bayan tahun ini berlangsung khidmat, sakral, dan penuh makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kediaman Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE., MM, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penganugerahan gelar adat kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.S., di Rumah Adat Bayan, Desa Bayan, Selasa (9/9/2025).

Kehadiran Menteri Kebudayaan bersama Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menjadikan acara ini momen bersejarah bagi masyarakat adat Bayan. Simbol kehadiran tokoh nasional tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian budaya dan adat istiadat Bayan yang sudah mendunia.

Dalam prosesi adat, masyarakat Bayan menganugerahkan gelar bangsawan kepada Menteri Fadli Zon dengan sebutan ‘Datu Pangeran Mas Depati’. Gelar ini bukan hanya bentuk penghormatan, melainkan simbol ketulusan dan penerimaan masyarakat adat Bayan terhadap kepedulian beliau dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal.

Baca Juga :  Panwascam Batulayar Bersama Pj Sekda Lombok Barat Pantau Pemungutan Suara Dikawasan Wisata

Menteri Kebudayaan RI menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang mendalam.

“Saya sangat berterima kasih atas pemberian anugerah bangsawan dengan sebutan Datu Pangeran Mas Depati. Ini adalah tanda bahwa saya kini bagian dari keluarga besar masyarakat adat Bayan. Budaya Bayan memiliki kekayaan luar biasa, mulai dari masjid bersejarah Bayan Beleq, tarian tradisional, hingga entitas paikan yang sarat makna. Semua ini adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga dan junjung tinggi sebagai identitas bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar menegaskan bahwa pemberian gelar adat tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat.

Baca Juga :  Gas LPG Langka : Antara Kambing Hitam Maulid dan Tata Kelola Distribusi

“Gelar ‘Datu Pangeran Mas Depati Fadli Zon’ menandakan bahwa beliau adalah bagian dari keluarga inti masyarakat Lombok Utara. Kami berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat, terutama dalam upaya melestarikan adat dan budaya daerah,” terang bupati.

Selain prosesi penobatan gelar adat, rangkaian Maulid Adat Bayan juga dimeriahkan dengan berbagai tradisi sakral, salah satunya ‘Menyembek’, yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang memperkuat identitas kultural masyarakat Lombok Utara.

Pesona adat Bayan menegaskan bahwa Lombok Utara merupakan salah satu pusat budaya Nusantara dengan kekayaan tradisi yang patut dilestarikan. Tidak hanya dikenal di tingkat nasional, warisan budaya Bayan kini sudah mendapat pengakuan dan perhatian hingga ke mancanegara.

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru