Korban Menganiaya, Keluarga Membalas: Kronologi Dendam Maut Petani Bawang Bima di Sumbawa, Berakhir Tewas Dibacok

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 18 Mei 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar – Aksi balas dendam atas tindakan penganiayaan berat terjadi di Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, yang dilakukan oleh keluarga pelaku dan menyebabkan seorang pria tewas secara mengenaskan pada Sabtu (17/05/2025).

Kapolres Sumbawa, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Plampang, Iptu Harirustaman, S.H., mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula dari tindakan penganiayaan yang lebih dahulu dilakukan oleh korban berinisial S (45) terhadap salah satu anggota keluarga pelaku berinisial I.

“Permasalahan utama ini dikarenakan pelaku tidak menerima keluarganya dianiaya oleh korban yang menyebabkan kepala Sdr. I bocor,” ucap Kapolsek.

Insiden bermula pada Sabtu (17/05/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, Sdr. F dan Sdr. I berboncengan menuju bendungan Biara di Desa Brang Kolong. Di tengah jalan, mereka dihentikan oleh Sdr. S (korban) dan Sdr. G untuk menanyakan perihal uang sewa lahan milik Sdr. HM. Pertanyaan itu memicu cekcok antara kedua belah pihak. Situasi memanas hingga akhirnya Sdr. S (korban) mengambil batu dan memukulkannya ke kepala Sdr. I, menyebabkan luka di bagian kening hingga mengeluarkan darah.

Baca Juga :  Duduk Santai di Kali Kota Mataram Sambil Minum Tuak, Pria Asal Lotim Berakhir di Kuburan: Gara-Gara Tendangan Teman Sendiri

Sdr. I kemudian kembali ke pondoknya. Di sana, ia dilihat oleh saksi Sdr. IM dalam kondisi berdarah di bagian kening. Sdr. IM segera membawa Sdr. I ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, kabar penganiayaan itu dengan cepat menyebar ke keluarga Sdr. I. Tidak terima, mereka mendatangi pondok Sdr. S di Desa Muer dan melakukan penyerangan. Saat tiba di lokasi, keluarga Sdr. I menyerang menggunakan sebilah parang yang mengenai kepala bagian kanan dan kiri serta punggung korban. Akibat luka-luka tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Melihat kondisi korban, saksi Sdr. A segera membawa jenazah menggunakan mobil carry ke Puskesmas Plampang. Namun, sesampainya di sana, tim medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Ditemukan pula sejumlah luka robek yang diduga kuat akibat senjata tajam.

Baca Juga :  Dihadiri Bawaslu Kabupaten Kota, Bawaslu NTB Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengawas

Menyikapi kejadian tersebut, personel Polsek Plampang langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pihak yang terlibat merupakan warga asal Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, yang sama-sama merantau ke Plampang untuk bertani bawang.

Kapolsek Plampang bersama timnya, dibantu Tim Opsnal Polres Sumbawa, berhasil mengamankan lima (5) orang terduga pelaku dalam kasus penganiayaan berat ini.

Saat ini, para terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Sumbawa. Penanganan perkara sepenuhnya ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sumbawa dan masih dalam proses pengembangan serta penyelidikan lebih lanjut terhadap kemungkinan pelaku lainnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan balasan ataupun main hakim sendiri, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Berita Terkait

Bupati Bima: Pelantikan Ketua KONI Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Olahraga Kabupaten Bima
dr. H. Irfan Resmi Pimpin KONI Kabupaten Bima, Siap Wujudkan Bima sebagai Lumbung Atlet Berprestasi
Ketua KONI NTB Mori Hanafi Optimistis dr. H. Irfan Mampu Bawa Olahraga Bima Berprestasi di Tingkat Nasional
Mori Hanafi Lantik dr. H. Irfan sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima, Siap Cetak Atlet Berprestasi untuk NTB
KUHAP Baru Jadi Sorotan di Rakernas ADVOKAI di Mataram, ICJR Pertanyakan Kewenangan Advokat yang Masih Sebatas Teks
DJ Cantik di Bima Ditangkap Polisi, Diduga Edarkan Sabu dari Rumahnya
Tak Sekadar Jual Produk, HNI Ajak UMKM NTB Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal
Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia
Berita ini 234 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:34 WIB

Bupati Bima: Pelantikan Ketua KONI Jadi Momentum Kebangkitan Prestasi Olahraga Kabupaten Bima

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:22 WIB

dr. H. Irfan Resmi Pimpin KONI Kabupaten Bima, Siap Wujudkan Bima sebagai Lumbung Atlet Berprestasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:17 WIB

Ketua KONI NTB Mori Hanafi Optimistis dr. H. Irfan Mampu Bawa Olahraga Bima Berprestasi di Tingkat Nasional

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:08 WIB

Mori Hanafi Lantik dr. H. Irfan sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima, Siap Cetak Atlet Berprestasi untuk NTB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:22 WIB

KUHAP Baru Jadi Sorotan di Rakernas ADVOKAI di Mataram, ICJR Pertanyakan Kewenangan Advokat yang Masih Sebatas Teks

Berita Terbaru