Kerusakan Jalan Provinsi Parado-Tente Bima Kian Parah, Aktivitas Ekonomi Warga Terhambat

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Provinsi Parado-Tente di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, yang amblas hingga 100 meter dan menghambat aktivitas warga.

Kondisi Jalan Provinsi Parado-Tente di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, yang amblas hingga 100 meter dan menghambat aktivitas warga.

SUMBAWAPOST.com| Bima- Kerusakan Jalan Provinsi Parado-Tente di Kabupaten Bima semakin mengkhawatirkan. Minggu (8/2/2026). Intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperparah kondisi ruas jalan yang menjadi akses vital lima desa di Kecamatan Parado.

Akibatnya, aktivitas ekonomi warga terganggu, distribusi hasil pertanian terhambat, dan biaya logistik meningkat.

Retakan yang sebelumnya hanya terlihat di permukaan sekitar 1,5 meter, kini berubah menjadi patahan panjang sepanjang kurang lebih 100 meter, terutama di wilayah So Sambi Lambe.

Kondisi tersebut mengganggu arus transportasi masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Camat Parado, Hamzah, membenarkan bahwa kondisi jalan terus mengalami penurunan signifikan dari hari ke hari.

“Saat ini jalan Lintas Tente-Parado tersebut sudah sulit dilalui oleh truk. Terutama truk yang membawa hasil pertanian ke luar maupun yang menjual kebutuhan perekonomian,” ungkap Hamzah.

Ia menjelaskan, pada awal kejadian kendaraan roda empat masih dapat melintas. Namun situasi kini jauh berbeda.

“Sekarang jalan itu sudah turun satu setengah meter. Panjangnya kurang lebih 100 meter yang retak dan terbelah itu,” ujarnya menegaskan.

Pemerintah kecamatan, kata Hamzah, telah berupaya berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Bima dan Balai Jalan Provinsi NTB untuk menghadirkan jalur alternatif sementara.

Baca Juga :  ASITA dan Wartawan Sepakat: Wisata NTB Harus Viral, Bukan Sekadar Brosur

“Tapi sekarang belum ada respon. Kami berharap teman-teman wartawan untuk menyuarakan ini terhadap PUPR Provinsi atau Balai Jalan untuk di bikin kan jalan alternatif,” bebernya.

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian tersendat, harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat, dan layanan publik seperti pendidikan serta kesehatan ikut terdampak.

Di media sosial, warga membagikan dokumentasi kondisi jalan yang amblas dan retak, sekaligus menyoroti belum optimalnya respons penanganan.
Diketahui, kerusakan awal terjadi pada 23 Januari 2026 lalu.

Hingga kini, belum ada jalur alternatif darurat yang dapat digunakan masyarakat secara aman.

Sorotan publik juga mengarah pada proyek perbaikan jalan sebelumnya yang bersumber dari APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2024 senilai sekitar Rp2 miliar.

Tokoh masyarakat Parado, Ahmad Husni, menilai kerusakan dini tersebut bukan sekadar faktor alam.

“Ini bukan sekadar dampak hujan atau kondisi alam. Jalan ini baru diperbaiki, tapi sudah rusak parah. Ini indikasi pekerjaan yang tidak sesuai standar,” tegasnya, Sabtu, (24/1/2026).

Menurutnya, proyek yang menelan anggaran besar itu belum memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Uang rakyat sudah dihabiskan, tapi hasilnya justru menyengsarakan masyarakat. Pertanyaannya, di mana tanggung jawab Dinas PUPR sebagai penanggung jawab teknis proyek ini?,” ujarnya.

Baca Juga :  UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB

Ia juga menyoroti kemungkinan persoalan mutu material dan spesifikasi teknis.

“Kalau jalan yang baru diperbaiki cepat rusak, publik wajar menduga adanya kelalaian serius, bahkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jalan Provinsi Parado- Tente dari Dinas PU dan Permukiman NTB memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah penanganan.

“Terkait Parado, intinya Provinsi sudah menyiapkan rencana penanganan daruratnya untuk kerusakan jalan tersebut. Sekarang sedang berproses untuk anggaran BTT-nya. Insya Allah setelah proses administrasi ini selesai, kerusakan jalan di Parado akan ditangani,” ujarnya. Saat dihubungi media ini. Minggu (8/2/2026).

Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah memproses penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat penanganan darurat. Mekanisme tersebut digunakan untuk merespons kondisi infrastruktur yang terdampak faktor cuaca dan kondisi alam.

Masyarakat berharap proses administrasi anggaran dapat segera rampung agar perbaikan fisik bisa dilakukan sebelum kerusakan meluas dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jalan Provinsi Parado-Tente memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Parado dan sekitarnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru