SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menggelar Sosialisasi Uji Petik dalam rangka Riset Pemetaan Kerawanan Isu Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026 secara Hybrid (Pelaksanaan suatu kegiatan yang menggabungkan dua sistem yang berbeda, yaitu sistem tatap muka (luring/offline) dan sistem jarak jauh melalui internet (Daring/Online) secara bersamaan atau bergantian) di Mataram, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Bawaslu NTB dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Pulau Lombok secara luring. Sementara Bawaslu Kabupaten/Kota se-Pulau Sumbawa, Bali, NTT, Maluku, dan Maluku Utara mengikuti kegiatan secara Daring.
Ketua Bawaslu NTB, Itratip, Mengapresiasi Inisiatif Bawaslu RI yang mengembangkan Riset pengawasan berbasis Saintifik.
Menurut Itratip, akurasi data pemilih menjadi fondasi penting dalam memastikan hak pilih masyarakat terlindungi menuju Pemilu 2029.
“Akurasi data pemilih merupakan fondasi penting dalam memastikan hak pilih masyarakat terlindungi menuju Pemilu 2029,”ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Fajar Nur Sahid dan Afrimadona memaparkan metode uji petik melalui pendekatan List to People (L2P) dan People to List (P2L).
Kedua pendekatan tersebut digunakan untuk menguji keterkinian, kelengkapan, serta Akurasi Data Pemilih.
Melalui uji petik tersebut, Bawaslu berupaya memastikan Data Pemilih yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu dapat terus diperbarui dan memiliki tingkat akurasi yang memadai.
Riset ini dilaksanakan secara Nasional di 38 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat pengawasan serta menghasilkan rekomendasi yang berbasis Data dan bukti lapangan.
Dengan pengawasan terhadap pemutakhiran Data pemilih secara berkelanjutan, Bawaslu mendorong agar data pemilih tetap terjaga keterkinian, kelengkapan, dan akurasinya menjelang Pemilu 2029.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










