SUMBAWAPOST.com | Mataram- Ketua Komisi I DPRD NTB, Moh. Akri, mendorong aparat penegak hukum dan aparat keamanan untuk memperkuat langkah-langkah preventif dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Mataram menjelang arus mudik Lebaran.
Menurut Akri, penguatan pengamanan menjadi krusial mengingat Mataram merupakan pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan di Nusa Tenggara Barat yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah. Saat musim mudik, banyak warga memilih pulang ke kampung halaman, sehingga rumah-rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong dan rawan kejahatan.
“Kota Mataram dihuni banyak masyarakat dari Bima, Dompu, Sumbawa, hingga daerah lain di Indonesia. Ketika mereka pulang kampung saat Lebaran, tentu banyak rumah yang ditinggalkan. Ini perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Akri saat diwawancarai usai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan dan anggota DPRD NTB, Selasa (10/3/2026) di Mataram.
Ia menilai, peran aparat keamanan melalui pendekatan polisi masyarakat (Polmas) perlu dioptimalkan untuk memperkuat pencegahan di lingkungan permukiman.
“Di beberapa wilayah sudah ada polisi masyarakat atau polmas. Ini perlu dimaksimalkan oleh aparat penegak hukum, khususnya di Kota Mataram, agar ada langkah preventif untuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal pemiliknya pulang kampung,” katanya.
Selain itu, Akri menekankan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat agar situasi tetap kondusif selama periode mudik berlangsung.
Ia juga mengimbau warga yang akan meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama untuk meningkatkan kewaspadaan dengan langkah sederhana, seperti menitipkan rumah kepada tetangga atau melaporkannya kepada pengurus lingkungan setempat.
“Kalau meninggalkan rumah, sebaiknya dititipkan kepada tetangga atau dilaporkan kepada lingkungan setempat agar bisa ikut diawasi. Dengan begitu, keamanan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Lebih jauh, Akri berharap sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta patroli rutin aparat keamanan dapat diintensifkan guna mencegah potensi tindak kriminal selama banyak rumah ditinggalkan pemiliknya.
Menurut dia, langkah preventif yang terencana akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mudik, sehingga dapat menjalani perjalanan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kondisi rumah.
“Intinya pengamanan harus diperkuat supaya tidak ada masyarakat yang dirugikan ketika meninggalkan Kota Mataram,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










