SUMBAWAPOST.com | Bima- Pengguna jalan di ruas Jalan Lintas Parado, Kabupaten Bima, kembali dibuat resah. Jalan utama yang menjadi urat nadi mobilitas dan denyut ekonomi masyarakat itu mengalami keretakan cukup parah, diduga akibat pergeseran tanah serta dampak kerusakan lingkungan. Ironisnya, ruas jalan tersebut baru saja selesai diaspal hotmix pada tahun lalu.
Memasuki awal tahun 2026, kondisi jalan ini kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya, proyek pengaspalan Jalan Lintas Parado sempat menuai kritik tajam dari masyarakat lantaran kualitas pekerjaan yang dinilai amburadul. Bahkan, belum genap setahun rampung, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan pada 2025.
Kini, kerusakan kembali terjadi dan viral di media sosial. Retakan jalan diperkirakan mencapai panjang sekitar 15 meter dan berada di kawasan Dam Pela, Kecamatan Parado. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari dan sempat mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas warga setempat.
“Jalan di kawasan Dam Pela Parado tahun lalu baru di-hotmix, sekarang sudah sulit dilalui karena retak sekitar 15 meter,” ungkap salah seorang warga Parado, Jumat (23/1/2026).
Kondisi jalan yang retak ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, dan menuai sorotan luas dari publik. Maklum, Jalan Lintas Parado merupakan satu-satunya akses utama yang menunjang mobilitas antarwilayah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Parado (IMAPPA), Imam Joelfah, menilai perlunya evaluasi menyeluruh dari seluruh pemangku kebijakan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bima.
Menurutnya, kerusakan jalan tidak semata-mata disebabkan faktor banjir.
“Jalan rusak ini bukan sekadar dampak banjir, tetapi akibat hutan yang dibiarkan gundul. Ketika alam diabaikan, infrastruktur dan keselamatan warga menjadi taruhannya. Perlu tindakan nyata, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.
IMAPPA juga mendesak pemerintah daerah agar segera merespons kondisi tersebut, mengingat pentingnya jalan penghubung antar kecamatan bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Parado.
“Kami meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini, karena kerusakannya mengancam jalur ekonomi dan aktivitas penting masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Miftah yang dihubungi media ini, Sabtu (24/1/2026) malam, menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi sebelumnya telah ditangani saat masa pemeliharaan.
“Yang terkelupas dulu sudah dilakukan perbaikan, pada saat masa pemeliharaan. Kalau kerusakan sekarang faktor alam longsoran terjadinya penurunan tanah,” ujarnya.
Saat ditanya terkait langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Provinsi NTB atas kondisi terkini, Miftah menyebutkan bahwa penanganan darurat telah diusulkan.
“Tadi sudah kita usulkan segera untuk penanganan tanggap darurat ke BPBD,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2024 dengan nilai sekitar Rp2 miliar dan dikerjakan oleh pihak ketiga.
“Itu APBD NTB 2024. Dan benar anggarannya Rp2 miliar dikerjakan sama PT Persada,” pungkasnya.
Kerusakan Jalan Lintas Parado ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, proyek jalan provinsi senilai Rp2 miliar yang rampung di penghujung 2024 juga menuai sorotan. Ruas jalan di wilayah Kecamatan Parado itu ditemukan rusak dengan aspal terkelupas di sejumlah titik tak lama setelah proyek dinyatakan selesai.
Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan proyek yang dibiayai dari anggaran besar. Berdasarkan hasil investigasi, kerusakan terjadi dalam waktu singkat setelah pengerjaan rampung, sehingga memicu kekecewaan warga serta kekhawatiran atas lemahnya pengawasan infrastruktur.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










