SUMBAWAPOST.com | Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., membawa sejumlah kebutuhan strategis daerah saat melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB mengajukan dukungan riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penyediaan air bersih, pengembangan teknologi perikanan, hingga penguatan sektor peternakan berbasis potensi lokal.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, serta Kepala Dinas ESDM NTB.
Salah satu isu utama yang dibawa Gubernur Iqbal adalah persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah NTB. Kawasan selatan Pulau Lombok, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta wilayah selatan Pulau Sumbawa masih menghadapi keterbatasan sumber air yang menjadi tantangan pembangunan daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan penelitian sumber daya air nonkonvensional melalui pemanfaatan teknologi isotop dan citra satelit guna mengidentifikasi potensi aliran sungai bawah tanah.
Teknologi tersebut sebelumnya pernah diterapkan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dinilai memiliki peluang besar untuk diterapkan di NTB yang memiliki karakteristik wilayah serupa pada sejumlah kawasan.
Selain sektor air bersih, Gubernur Iqbal juga meminta dukungan BRIN dalam pengembangan teknologi budidaya perikanan yang lebih modern dan produktif.
Meskipun NTB dikenal sebagai salah satu daerah penghasil udang vaname dan memiliki potensi perikanan yang besar, sektor budidaya dinilai masih perlu diperkuat agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.
Pengembangan teknologi budidaya, termasuk sistem bioflok, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan pelaku usaha perikanan di daerah.
Tak hanya itu, sektor peternakan juga masuk dalam daftar prioritas yang dibawa Pemprov NTB ke BRIN. Dengan produksi jagung yang mencapai sekitar 2 juta ton per tahun, NTB dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri pakan ternak unggas berbasis bahan baku lokal.
Pemprov NTB mengusulkan penelitian pemanfaatan tanaman kelor sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai impor dalam formulasi pakan ternak. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian industri pakan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung agenda riset yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi NTB.
“BRIN siap mendukung pengembangan riset pada tiga tema prioritas yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB. Kami akan segera melakukan koordinasi dan kunjungan lapangan untuk menyiapkan langkah tindak lanjut yang terukur,” ujar Arif Satria.
Sebagai tindak lanjut, BRIN akan melakukan kajian lapangan serta menyusun program jangka pendek, menengah, dan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Gubernur Iqbal berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan BRIN dapat menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










