Ini Alasan Polresta Mataram Tak Tahan Buronan Bos Debt Collector Biadab PT LNI

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 1 April 2025 - 06:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Keputusan mengejutkan datang dari Polresta Mataram. Setelah enam bulan pengejaran intens, empat pelaku penganiayaan sadis terhadap BE akhirnya ditangkap. Namun, yang terjadi selanjutnya justru bikin publik melongo, Polresta Mataram diam-diam mengabulkan penangguhan penahanan para tersangka, termasuk Infonya Bandi, bos besar debt collector PT LNI.

Ada Apa di Balik Keputusan Kontroversial Ini?

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K., melalui Plh. Kanit Pidum, Iptu M. Taufik, menegaskan bahwa penangguhan penahanan adalah hak tersangka sebagaimana diatur dalam KUHAP. Namun, publik bertanya-tanya, apakah semua tersangka mendapatkan hak yang sama, atau hanya mereka yang punya ‘koneksi’?

“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penyidik, antara lain: penangguhan penahanan adalah hak tersangka sesuai KUHAP, proses hukum tetap berjalan, kepentingan pemeriksaan telah selesai, tersangka dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis, serta adanya keyakinan bahwa tersangka bersikap kooperatif, tidak akan melarikan diri, merusak barang bukti, maupun mengulangi perbuatannya,” jelasnya. Selasa 1 April 2025.

Baca Juga :  Belum Sempat Kabur Bawa Kambing Curiannya, Tukang Ojek di Mataram Nyaris di Amuk Massa

Kuasa Hukum Korban Murka: ‘Ini Skandal Besar

Kuasa hukum korban, Dr. Irpan Suriadiata, tak bisa menahan amarahnya.

“Sejak kapan para buronan yang harus dikejar enam bulan dianggap kooperatif? Mereka ditangkap paksa, bukan menyerahkan diri! Sekarang malah dilepas? Ini bukan hanya janggal, ini skandal. Polisi harus menjelaskan kepada publik, ada apa di balik semua ini?,” serunya geram.

Irpan juga menyoroti standar ganda dalam hukum.

“Banyak tersangka lain yang sejak awal patuh hukum, tapi tetap ditahan. Kenapa justru mereka yang jelas-jelas buron dan melakukan kekerasan bisa bebas begitu saja? Ini benar-benar mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Keluarga Korban Syok dan Malu

Bukan hanya kuasa hukum, keluarga korban juga terpukul dengan keputusan ini. Bukran, salah satu anggota keluarga BE, mengungkapkan kekesalannya.

Baca Juga :  Gadis di Lombok Jual iPhone Teman Kerja Buat Bantu Warga Palestina

“Kami kaget luar biasa! Orang-orang bertanya kok Bandi bisa bebas dan Lebaran dengan keluarganya? Kami jadi malu, seolah sudah berdamai. Padahal, kami ingin keadilan, bukan sandiwara seperti ini,” ujarnya dengan penuh kekecewaan.

Kronologi Kejadian: Perangkap Maut di Sunset Land

Kasus ini berawal saat korban BE menghadiri rapat koordinasi di Hotel Golden Palace, Mataram. Setelahnya, ia diajak makan malam oleh seorang wanita berinisial R di Sunset Land, Jalan Lingkar Selatan. Namun, di lokasi itu, BE justru dijebak.

Tersangka S dan komplotannya menyerang BE habis-habisan. Dipukul, ditendang, dihajar tanpa ampun. Tak cukup di situ, korban diculik ke kantor PT. LNI di Lombok Tengah, dan kembali dipukuli hingga tubuhnya penuh lebam dan darah.

 

 

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 269 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru