HKB 2025: NTB Bukan Cuma Cantik, Tapi Juga Tangguh Lawan Bencana

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 26 April 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) ke-9 tahun 2025 dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (26/4). Kegiatan nasional ini diikuti pemerintah kabupaten/kota, institusi pendidikan, dan masyarakat melalui konferensi daring, serta diramaikan dengan simulasi kesiapsiagaan bencana secara serentak di berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB sebagai tuan rumah HKB tahun ini. Ia menyebut momentum ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga dorongan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah.
“Terima kasih dan penghargaan kami kepada Kepala BNPB RI Mayjen TNI Suharyanto dan seluruh ekosistem kebencanaan nasional yang hadir,” ucapnya.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa NTB adalah provinsi dengan potensi besar di sektor pariwisata, pertambangan, pertanian, agroforestri, hingga kemaritiman. Namun di balik potensi itu, NTB juga menghadapi risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam seperti erupsi gunung berapi, banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan. Karena itu, ia menekankan pentingnya memiliki rencana kontinjensi yang matang untuk berbagai skenario kebencanaan.

Baca Juga :  Gubernur NTB Miq Iqbal Siapkan Dana Hingga Rp500 Juta Lewat Program Desa Berdaya

“Kewajiban kami bukan hanya melindungi warga, tetapi juga para tamu yang datang berkunjung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa NTB akan mempererat kolaborasi dengan BNPB untuk tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat mitigasi bencana di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Kepala BNPB RI, Mayjen TNI Suharyanto, dalam arahannya menyoroti fakta bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya alam, namun juga berada di jalur risiko bencana tertinggi.

“Indonesia termasuk dalam 35 negara dengan tingkat risiko bencana paling tinggi di dunia. Beberapa tahun lalu, kita bahkan menempati posisi kelima dunia dan kedua di Asia setelah Filipina,” ungkapnya.

Baca Juga :  Usai Golkar, Kini Giliran Gelora Dukung Iqbal-Dinda di Pilgub NTB 2024

Suharyanto mencatat, rata-rata Indonesia mengalami lebih dari 3.500 bencana per tahun, atau sekitar 15 kejadian setiap hari, belum termasuk bencana skala kecil yang ditangani pemerintah daerah.

“Suka tidak suka, kita harus terus meningkatkan kemampuan menghadapi bencana,” tandasnya.

Ia juga menambahkan, lahirnya BNPB tak lepas dari rentetan bencana besar yang pernah melanda Indonesia. Meski sudah berusia 16 tahun dan dikenal kuat dalam urusan tanggap darurat dan rehabilitasi, Suharyanto mengakui bahwa upaya pencegahan masih harus lebih diperkuat.

Sejak 2017, 26 April ditetapkan sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, dan tahun ini dipusatkan di NTB sebagai bentuk nyata komitmen memperkuat budaya kesiapsiagaan nasional.

 

Berita Terkait

Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat
Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:53 WIB

Tak Ada Niat Korupsi, Gubernur NTB Iqbal Ungkap Sistem Lemah yang Bisa Jerat Pejabat

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Berita Terbaru