SUMBAWAPOST.com, Sumbawa- Petani di berbagai wilayah NTB mengeluhkan harga jual hasil panen yang jauh dari harapan. Di lapangan, harga jagung hanya dihargai Rp 3.700/kg, padahal pemerintah telah menetapkan harga acuan sebesar Rp 5.500/kg. Hal serupa terjadi pada gabah, yang hanya dibeli Rp 5.900/kg dari harga seharusnya Rp 6.500/kg.
Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian RI turun tangan langsung dan memberi instruksi tegas kepada Bulog NTB, Bulog Sumbawa, serta seluruh aparat terkait agar segera menyerap hasil panen petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Saya minta Bupati siapkan gudang, nanti negara yang bayarkan sewa. Bulog, Babinsa, dan PPL harus awasi pembelian di lapangan. Mulai hari ini, tidak boleh lagi ada harga di bawah standar,” tegas Mentan dengan nada tinggi, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para petani yang hadir. Senin 21 April 2025.
Mentan mengungkapkan bahwa salah satu penyebab anjloknya harga di lapangan adalah karena penuhnya gudang Bulog. Akibatnya, petani terpaksa menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga jauh lebih rendah.
Tak hanya menyoal harga, Mentan juga menyampaikan program strategis untuk mendongkrak produksi, yakni melalui sistem pompanisasi. Program ini dinilai mampu meningkatkan intensitas tanam secara signifikan.
“Target kita 2.000 unit pompa rampung dalam dua tahun, dengan estimasi anggaran Rp 80 miliar. Dengan ini, petani bisa tanam tiga kali setahun,” ujarnya optimis.
Berdasarkan data per Maret 2025, target luas tanam jagung di NTB mencapai 105.169 hektare, dengan realisasi 79.105 hektare dan produksi sebesar 574.302 ton.










