SUMBAWAPOST.com| Surabaya- Untuk memperkaya wawasan media dalam mendukung kebijakan publik di bidang ketenagakerjaan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Forum Wartawan Parlemen (FWP) Nusa Tenggara Barat melakukan kunjungan kerja (press trip) ke Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Sekretariat DPRD NTB, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi antar daerah, melainkan juga ajang pembelajaran konkret bagi peningkatan kualitas pelayanan pekerja migran di NTB.
“Kami melihat banyak hal yang bisa direplikasi di NTB. Sinergi antarinstansi, digitalisasi pelayanan, dan kecepatan respons LTSA Jawa Timur menjadi contoh yang patut ditiru,” Ketua FWP NTB, Fahrul Mustafa.
Dalam sesi dialog yang hangat, para jurnalis dari berbagai media seperti Harian Lombok Post, Menara Lombok, dan Portal NTB menyoroti soal remitansi PMI yang belum optimal mendorong kesejahteraan keluarga di daerah asal.
Banyak pekerja migran, khususnya dari Lombok, yang belum mampu mengelola hasil jerih payahnya secara berkelanjutan setelah kembali ke tanah air.
“Banyak warga kita bekerja keras di luar negeri, tapi ketika pulang uangnya cepat habis karena tidak dikelola. Mungkin ke depan perlu ada program pendampingan ekonomi agar mereka bisa lebih mandiri,” Faris, Reporter Radio Global Lombok.
Menanggapi hal itu, Plt. Kepala UPT LTSA Jawa Timur, sekaligus Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Provinsi Jatim, Purwanti Utami, S.Sos., M.Si., memaparkan program inovatif yang telah berjalan di wilayahnya, yakni Desa Produktif Pekerja Migran. Program ini berfokus pada empat pilar utama yakni edukasi, informasi kerja, pemberdayaan ekonomi, dan community marketing.
“Program ini diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain, termasuk NTB,”Purwanti Utami.
Purwanti juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penempatan PMI tertinggi secara nasional, mencapai lebih dari 79 ribu orang pada tahun 2024. LTSA Jawa Timur memberikan berbagai layanan terintegrasi mulai dari administrasi, pelatihan, asuransi, bantuan hukum, hingga fasilitasi pemulangan jenazah PMI.
Tercatat sepanjang tahun 2024, sebanyak 177 jenazah PMI telah difasilitasi kepulangannya oleh LTSA Jatim bekerja sama dengan BP2MI dan sejumlah perusahaan mitra.
“Kami tidak hanya melayani PMI asal Jawa Timur, tetapi juga dari provinsi lain termasuk NTB. Karena banyak PMI dari Indonesia bagian timur yang transit melalui Jawa Timur,” Purwanti Utami.
Keberhasilan LTSA Jawa Timur, tambahnya, tak lepas dari kolaborasi lintas lembaga, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Imigrasi, Kepolisian, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Semua instansi tersebut terintegrasi dalam sistem digital terpadu, termasuk dalam penerbitan paspor yang hanya dapat dilakukan setelah verifikasi data dari server LTSA langkah tegas untuk memastikan tidak ada lagi paspor yang keluar tanpa data sah, sekaligus memperkuat perlindungan agar PMI berangkat secara prosedural.









