FSM-NTB Desak Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan Rp19 Miliar di NTB

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Forum Solidaritas Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (FSM-NTB) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek Rehabilitasi Sarana Pendidikan di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa, yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2021.

Proyek tersebut diketahui berada di bawah Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan nilai pagu sebesar Rp19,1 miliar dan nilai kontrak Rp16,8 miliar, dikerjakan oleh PT. Permata Anugerah Yalapersada.

FSM-NTB menilai adanya indikasi kuat praktik yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara, serta lemahnya fungsi pengawasan dari pihak terkait, termasuk Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah NTB.

“Kami melihat adanya dugaan malpraktik atau post bidding dalam dokumen penawaran yang disampaikan BP2JK, sehingga sejumlah paket proyek diduga telah diatur dan dimenangkan oleh pihak tertentu sebelum proses tender dimulai,” tegas Koordinator FSM-NTB, Edy Saputra, dalam pernyataan sikap resminya.kamis (30/10/2025).

Baca Juga :  Gubernur NTB Bongkar Rahasia KSB: Kabupaten Kecil, Dampak Maksimal

Dalam rilis resminya, FSM-NTB menyampaikan empat tuntutan utama kepada aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait:

  1. Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) diminta segera melakukan penyelidikan dan audit menyeluruh atas proyek Rehabilitasi Sarana Pendidikan Tahun Anggaran 2021, serta memeriksa dan menangkap para pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
  2. Kejati NTB juga didesak membongkar dugaan praktik monopoli proyek di lingkungan BP2JK NTB sejak Tahun Anggaran 2021 hingga 2025, yang diduga melibatkan oknum “orang dalam” sebagai operator yang mengatur hubungan antara panitia lelang (Pokja) dan peserta lelang.
  3. FSM-NTB mendesak BPPW NTB dan BP2JK NTB untuk membuka secara publik laporan pelaksanaan dan realisasi fisik proyek dari tahun 2021 hingga 2025, serta menghentikan segala bentuk dugaan permainan tender proyek.
  4. FSM-NTB meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) turun langsung melakukan audit investigatif terhadap semua proyek BPPW dan BP2JK Wilayah NTB sejak tahun 2021 hingga 2025 karena diduga kuat terdapat indikasi korupsi.
Baca Juga :  Pemuda di Kota Mataram Ditemukan Gantung Diri, Ini Penyebabnya

FSM-NTB menegaskan, perjuangan ini bukan sekadar kritik, tetapi bagian dari gerakan moral mahasiswa untuk melawan segala bentuk korupsi dan penyimpangan anggaran publik.

“Kami percaya bahwa keterbukaan dan kejujuran dalam pengelolaan keuangan negara adalah fondasi penting menuju Indonesia yang bersih dan berkeadilan,” tutup Edy Saputra.

 

Berita Terkait

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Berita Terbaru