FKMHB Unram Gedor Pintu BNNP NTB: Bima Krisis Narkoba, Jangan Diam Saja!

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Bima (FKMHB) menggelar audiensi strategis bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB) Kamis (24/4). Pertemuan ini menjadi bentuk konkret komitmen mahasiswa hukum dalam mendorong partisipasi generasi muda untuk melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di wilayah Bima yang kini masuk zona rawan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BNNP NTB, delegasi FKMHB menyampaikan keresahan mendalam terkait maraknya penyalahgunaan narkoba di NTB, khususnya Kabupaten dan Kota Bima. Mereka menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang ditopang oleh langkah preventif yang nyata dan terstruktur.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2A) BNNP NTB, M. Chaerul Budiarto, mengakui bahwa ketergantungan terhadap narkoba telah menciptakan krisis sosial yang kompleks. “Narkoba bukan hanya tindak pidana tunggal, tetapi juga memicu tindak kriminal lainnya yang merusak sendi-sendi masyarakat, terutama di Bima,” tegasnya.

Menanggapi data yang pernah disampaikan Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Marjuki, dalam Sidang Paripurna DPRD NTB pada 20 Januari 2025, bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di NTB mencapai 1,73 persen dari populasi 5,6 juta jiwa, Ketua Umum FKMHB, Muhammad Andi Anugrah, menyoroti dampak riil dari angka tersebut.

Baca Juga :  Badai NTB Rilis Nama Pengedar Dan Bandar Narkoba Di Kabupaten Dompu, Ada 19 Orang

“Jika kita hitung, dari populasi usia produktif (15–64 tahun) sekitar 3,7 juta jiwa, maka 1,73 persen setara dengan lebih dari 64.623 orang yang pernah memakai narkoba. Ini bukan sekadar angka statistik, tapi cerminan dari krisis sosial yang harus ditangani serius,” tegas Andi.

Ia juga secara langsung mempertanyakan efektivitas intervensi BNN dalam menangani persoalan ini. “Apa langkah konkret BNN sejauh ini untuk menjawab darurat narkoba ini?” tanyanya kepada Brigjen Marjuki.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala BNNP NTB menyebut bahwa peredaran narkoba sebagian besar masuk melalui jalur laut dari negara seperti China dan Myanmar. Namun, ia mengakui keterbatasan personel dan fasilitas menjadi hambatan besar dalam pengawasan.

Menanggapi hal ini, FKMHB menyayangkan lemahnya pengawasan di pelabuhan strategis seperti Pelabuhan Kota Bima dan Pelabuhan Sape. Mereka menilai alasan kekurangan personel seharusnya dijawab dengan peningkatan koordinasi antarlembaga, khususnya dengan pihak kepolisian.

“Kalau memang jalur laut jadi pintu utama, kenapa tidak diperketat pengawasan di pelabuhan? Koordinasi antarlembaga adalah kunci. Polisi harus lebih proaktif dalam memperkuat kolaborasi dengan BNN,” tegas FKMHB.

Baca Juga :  NTB Rusuh Lagi! Seruan Damai Gubernur Iqbal Gagal Redam Konflik IPR, LSM dan OKP Bergerak Lawan Premanisme

FKMHB menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus dibarengi dengan gerakan intelektual dan aksi sosial yang menyentuh akar masalah. Edukasi dan tindakan harus berjalan seiring.

Brigjen Pol Marjuki menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa sebagai mitra strategis. “Sinergi dengan mahasiswa penting karena mereka adalah agen perubahan. Kami butuh energi dan pikiran segar dari kalangan kampus,” katanya.

Audiensi ini menjadi langkah awal bagi kemitraan jangka panjang antara FKMHB dan BNNP NTB dalam mewujudkan NTB sebagai zona integritas bebas narkoba. FKMHB juga mendorong:

1. Rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran dalam pemberantasan narkoba,

2. Program pencegahan yang berbasis data dan lebih terarah, serta

3. Gerakan reformasi hukum yang progresif dalam perang melawan narkoba.

“Kami hadir bukan hanya untuk bicara, tapi untuk terlibat aktif dan mengawal isu ini dengan nalar kritis dan integritas yang tak tergoyahkan,” pungkas Andi.

 

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar
393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji
Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air
Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:53 WIB

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Berita Terbaru