Festival Bau Nyale 2026 di Lombok Tengah, ‘The Power of A Legend’ Putri Mandalika Jadi Magnet Wisata NTB

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, saat Festival Bau Nyale 2026. Terlihat tenda-tenda berdiri di perbukitan sekitar lokasi sebagai tempat pengunjung menanti puncak tradisi menangkap nyale pada dini hari.

Ribuan pengunjung memadati kawasan Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, saat Festival Bau Nyale 2026. Terlihat tenda-tenda berdiri di perbukitan sekitar lokasi sebagai tempat pengunjung menanti puncak tradisi menangkap nyale pada dini hari.

SUMBAWAPOST.com|Lombok Tengah- Festival Bau Nyale 2026 kembali digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (7/2/2026). Event tahunan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tetap menjadi magnet wisata berbasis legenda Putri Mandalika yang diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sebagai salah satu kalender event unggulan NTB, Festival Bau Nyale tahun ini mengusung tema ‘The Power of A Legend’, menegaskan kekuatan nilai budaya dan kearifan lokal dalam mendukung pembangunan daerah.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya di Pantai Seger, Kuta Mandalika, menyampaikan bahwa legenda Putri Mandalika memiliki makna mendalam bagi masyarakat NTB.

“Pengorbanan seperti yang dilakukan Putri Mandalika dalam legenda adalah kearifan lokal yang mengiringi doa kita dalam membangun NTB Makmur Mendunia,” kata Gubernur, Dr Lalu Muhamad Iqbal di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (7/2/2026) saat memberikan sambutan didampingi Wakil Bupati Lombok Tengah, Kapolda dan Wakapolda.

Festival Bau Nyale 2026 diramaikan ribuan masyarakat dari berbagai daerah di NTB yang berbaur bersama wisatawan mancanegara. Meski beberapa pengisi acara urung ditampilkan karena kondisi cuaca yang kurang baik seperti kesenian lokal, penobatan Putri Mandalika, Band Geisha dan band lokal Bapack Guru, festival tetap berlangsung meriah.

Baca Juga :  Kontingen Porwanas PWI NTB Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Pj Gubernur: Terimakasih Telah Harumkan Nama NTB

Acara dibuka dengan kesenian tradisi Betandak yang sukses menghidupkan suasana dan membawa penonton kembali pada nuansa masa lalu yang bersahaja.

Sejak siang hari, arus pengunjung terus berdatangan. Deretan UMKM memenuhi sisi jalan menuju Pantai Seger, memanfaatkan momentum festival untuk meningkatkan penjualan. Jalan masuk menuju lokasi yang berada di antara pagar pembatas Sirkuit Internasional Mandalika dan hamparan danau air payau sempat menyebabkan arus lalu lintas kurang lancar.

Pengunjung dari arah Hotel Novotel Kuta juga harus bersabar menanti giliran menyeberang jembatan kayu di atas danau untuk mencapai lokasi festival.

Tata letak panggung dan tribun penonton Festival Bau Nyale 2026 yang terpisah dan terhubung dengan jembatan kecil di atas jalan menuju pantai membuat suasana terasa berbeda. Pengunjung tidak terpusat pada satu titik, melainkan menyebar hingga ke bukit-bukit sekitar lokasi.

Baca Juga :  Bukan Cuma Tambora yang Meletus, Senator Mirah Juga ‘Meledak’ Soal 33 Titik Blank Spot di NTB

Ribuan penonton tampak memadati area festival, bahkan mendirikan tenda dengan lampu penerang di perbukitan sekitar. Lanskap alam Pantai Seger seolah menjadi gedung pertunjukan terbuka menjelang puncak acara menangkap cacing laut nyale pada dini hari.

Lalu Gde Diaz, penanggung jawab kegiatan Festival Bau Nyale 2026, mengungkapkan optimismenya terhadap keberlanjutan tradisi ini.

“Kami optimis, festival tradisi ini akan terus lestari dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya yakin.

Mak Ace, 65 tahun asal Kabupaten Lombok Utara, datang bersama keluarga untuk menikmati suasana festival.

“Sekalian liburan bersama keluarga juga ingin melihat langsung tradisi menangkap nyale,” katanya bersemangat.

Sementara itu, Christina, 30 tahun warga Perancis, mengaku baru mengetahui Festival Bau Nyale saat berlibur di Kuta Mandalika.

Never heard this Festival before. But since i stayed at Kuta a day ago and heard the story, i decided to come here to see the tradition“, ucapnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru