SUMBAWAPOST.com- Danau Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau ini terletak di Gunung Kelimutu, dengan gunung yang memiliki total 3 danau.
Gunung berapi tersebut memiliki ketinggian 1640 mdpl dan merupakan bagian daerah cagar alam seluas kurang lebih 500 ha.
Dikutip dari Taman Nasional Kelimutu, Danau Kelimutu memiliki luas kurang lebih 1,05 juta meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik.
Awalnya, wilayah ini ditemukan oleh seorang warga Belanda bernama Lio Van Such Telen pada tahun 1915. Kecantikannya menjadi terkenal setelah Y. Bouman mendokumentasikannya dalam tulisannya pada tahun 1929. Sejak saat itu, wisatawan asing mulai berkunjung untuk menikmati keindahan danau ini, meskipun dikenal angker oleh masyarakat setempat. Mereka yang datang tidak hanya pecinta keindahan alam, tetapi juga para peneliti yang ingin memahami fenomena alam yang sangat langka ini.
Kelimutu terdiri dari dua kata yaitu “keli” yang artinya gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau Kelimutu terletak di Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores dan memiliki tiga danau dengan warna air yang berbeda-beda, yaitu biru, merah, dan putih. Menurut kepercayaan setempat, setiap warna memiliki arti dan kekuatan alam yang berbeda.
Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dipercayai sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa anak-anak yang telah meninggal, Danau berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” dipercayai sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang meninggal yang melakukan kejahatan selama hidupnya. Danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” dipercayai sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang meninggal.
Menurut legenda, Danau terbentuk dari pertarungan antara Ata Bupu yang baik hati dan Ata Polo yang jahat. Saat Ata Bupu tidak dapat mengalahkan Ata Polo, ia melarikan diri ke perut bumi, yang kemudian menyebabkan gempa dan terbentuknya Danau Kelimutu.
Penduduk setempat meyakini bahwa perubahan warna air di Danau adalah pertanda akan terjadinya bahaya. Oleh karena itu, mereka mengadakan upacara ritual dan memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang meninggal agar terhindar dari musibah. Namun, selain sebagai tempat spiritual, juga menawarkan keindahan alam pegunungan Kelimutu yang masih alami yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.










