Cuaca Ekstrem di NTB, Penyebrangan ‘Pelabuhan Kayangan-Pototano Ditutup Sementara’ Sampai Waktu Belum Ditentukan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal penumpang sandar di Pelabuhan Kayangan, Lombok, saat aktivitas penyebrangan dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem di NTB.

Kapal penumpang sandar di Pelabuhan Kayangan, Lombok, saat aktivitas penyebrangan dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem di NTB.

SUMBAWAPOST.com| Labuhan Lombok- Penumpang angkutan laut di lintasan Kayangan-Pototano diimbau menunda perjalanan mereka. Kepala Pelaksana Harian (PLH) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuhan Lombok, Faisal Cahyadi, mengumumkan penundaan pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal penumpang, mulai 20 Januari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil menyusul peringatan dini cuaca dari BMKG yang memprediksi angin kencang dengan kecepatan 30 hingga 51 knot (sekitar 55-95 km/jam) serta munculnya bibit Siklon Tropis yang berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan NTB.

Baca Juga :  Survey Poltracking Indonesia : Rohmi - Firin Unggul, Haji Firin Cawagub Terpopuler

“Penundaan SPB ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan para penumpang dan kru kapal. Kapal baru akan diberangkatkan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman oleh BMKG,” jelas Faisal, Selasa (20/01/2026).

Faisal menambahkan, penundaan ini menjadi bagian dari upaya preventif sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta peraturan Menteri Perhubungan terkait tata cara pemberian SPB dan pengelolaan pelabuhan.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTB Gelar Patroli Laut, Jaga Perairan dari Ancaman Kejahatan dan Lindungi Ekosistem

“Kami mohon perhatian semua pihak, baik perusahaan pelayaran, nakhoda, maupun masyarakat pengguna jasa angkutan laut, agar menyesuaikan jadwal perjalanan mereka. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.

Surat imbauan resmi dari Kantor UPP Kelas III Labuhan Lombok mengenai penundaan pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal penumpang trayek Kayangan-Pototano akibat cuaca ekstrem.

Pihak UPP Labuhan Lombok menegaskan, SPB akan kembali diberikan jika cuaca telah membaik dan dinyatakan normal oleh BMKG.

Penundaan ini berlaku hingga kondisi aman dipastikan, demi menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan 39 Ekor Sapi Kurban untuk Lombok, Salah Satunya Berbobot Lebih dari Satu Ton
Sapi Kurban ‘Sultan’ dari Wakil Ketua DPR RI Golkar Sari Yuliati Mendarat di Praya, Bobotnya Tembus Satu Ton
KPU NTB Gelar ‘Sekolah Demokrasi’ di Lombok Barat, Warning Keras: Jangan Tukar Masa Depan dengan Uang Tunai
Cedera Serius di Rinjani, Pendaki Malaysia Diterbangkan ke Bali untuk Dirawat, Bukan di RSUD NTB
Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Rinjani Berhasil, Korban Diterbangkan ke Rumah Sakit di Bali
Jaga Demokrasi Tak Cukup di Kantor, Bawaslu NTB Usul Touring Bareng KPU
Pemprov NTB Dukung Penuh 5 Raperda Prakarsa DPRD, dari Bale Mediasi hingga Perang Melawan Pinjol dan Judol
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:35 WIB

Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:19 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan 39 Ekor Sapi Kurban untuk Lombok, Salah Satunya Berbobot Lebih dari Satu Ton

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:43 WIB

Sapi Kurban ‘Sultan’ dari Wakil Ketua DPR RI Golkar Sari Yuliati Mendarat di Praya, Bobotnya Tembus Satu Ton

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

KPU NTB Gelar ‘Sekolah Demokrasi’ di Lombok Barat, Warning Keras: Jangan Tukar Masa Depan dengan Uang Tunai

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:44 WIB

Cedera Serius di Rinjani, Pendaki Malaysia Diterbangkan ke Bali untuk Dirawat, Bukan di RSUD NTB

Berita Terbaru