Bobol Toko Rp20 Juta di Sumbawa, Kabur ke Kuburan, Tobat di Rumah Kadus: Endingnya Tetap Masuk Sel

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar-Aksi pembobolan toko di Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, berakhir dengan penangkapan salah satu terduga pelaku. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumbawa berhasil meringkus S (30), sementara rekannya D masih buron. Dari aksi nekat ini, pemilik toko mengalami kerugian hingga Rp20 juta.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Labuhan Badas Iptu Eko Riyono, S.H., M.Si., membenarkan penangkapan tersebut.

“Identitas pelaku S berhasil kami ungkap dari hasil penyelidikan. S sudah diamankan, sedangkan rekannya D masih dalam pengejaran,” ungkapnya, Senin (25/8/2025) kemarin.

Menurut laporan korban KC, kejadian itu terjadi pada Rabu dini hari, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 01.30 WITA. Kedua pelaku memanjat atap seng gudang, lalu merusaknya menggunakan gunting. Tidak berhenti di situ, ventilasi toko juga dihancurkan dengan palu agar mereka bisa masuk ke bagian dalam.

Baca Juga :  Wagub NTB Tegaskan APBD 2026 Siap Dieksekusi, DPRD Tetapkan Hasil Evaluasi Kemendagri

Begitu berhasil masuk, pelaku menggasak berbagai jenis rokok, korek api, beberapa potong kaus, hingga sebuah helm putih. Semua barang curian itu mereka masukkan ke dalam dua karung, lalu kabur.

Pelarian kedua pelaku sempat seperti adegan film laga. Saat hendak kabur, mereka berpapasan dengan penjaga homestay di dekat lokasi. Panik, keduanya langsung lari menuju area kuburan dan bersembunyi di kebun jati.

Baca Juga :  5 Terduga Pelaku Penganiayaan Saat Eksekusi Lahan di Ai Jati Sumbawa Ditahan di Rutan Polda NTB, 2 Lainnya Masih Diburu

Sayangnya, rekannya D berhasil diamankan oleh warga. Anehnya, D justru dibebaskan sementara untuk mengambil sebagian barang bukti hasil curian. D kemudian menghubungi S yang masih bersembunyi, meminta S menyerahkan diri.

Akhirnya, S datang ke rumah Kepala Dusun dan mengembalikan sebagian barang hasil curian, termasuk dua karung rokok dan uang tunai. Namun, korban menegaskan bahwa sebagian barang masih hilang dan kerugian yang dialaminya tetap cukup besar.

Hingga berita ini diturunkan, S sudah diamankan di Polres Sumbawa untuk menjalani proses hukum, sementara D masih diburu polisi.

 

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality
NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:53 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:40 WIB

NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Berita Terbaru