Bendungan Tanju Dompu Telan Rp124 Miliar, Air Belum Optimal, Menteri PU Buka Suara

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU Dody Hanggodo dan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, NTB, yang Dibangun Dengan Anggaran Sekitar Rp124 Miliar untuk Mendukung Irigasi dan Pertanian.

Menteri PU Dody Hanggodo dan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, NTB, yang Dibangun Dengan Anggaran Sekitar Rp124 Miliar untuk Mendukung Irigasi dan Pertanian.

SUMBAWAPOST.com|™ Dompu-Bendungan Tanju di Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibangun untuk Mendukung Sektor Pertanian dan Ketersediaan Air di Wilayah yang relatif tandus.

Bendungan yang disebut sebagai Bendungan pertama di Kabupaten Dompu tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 18 juta meter kubik dan dirancang mengairi sekitar 2.250 hektare lahan Pertanian. Selain untuk Irigasi, Bendungan ini juga mampu menyediakan Air Baku sekitar 50 liter per detik.

Namun, pemanfaatan Bendungan Tanju belum optimal karena Jaringan Irigasi pendukung belum seluruhnya terselesaikan. Jaringan tersebut mencakup saluran sepanjang 24 Kilometer di sisi kanan dan 24 Kilometer di sisi kiri.

Kondisi ini menjadi perhatian Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Infrastruktur tidak cukup hanya diukur dari selesainya Konstruksi, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan Masyarakat.

“Tugas saya sederhana, mengalirkan air hingga ke sawah,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan yang diterima media ini, Senin (10/8/2026).

Pernyataan Dody menegaskan pentingnya Keterhubungan antara Bendungan dan Jaringan Irigasi agar Air yang ditampung dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan Pertanian.

Baca Juga :  Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas

Bendungan Tanju diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018 dengan Anggaran Pembangunan sekitar Rp124 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero).

Saat peresmian, Jokowi berharap keberadaan Bendungan Tanju mampu meningkatkan Produktivitas Pertanian NTB sebagai salah satu sentra Pertanian Nasional.

Dengan ketersediaan Air, Petani diharapkan dapat meningkatkan Pola Tanam dari sebelumnya satu Kali Panen hingga menjadi Tiga kali Panen dalam Setahun.

Persoalan Jaringan Irigasi pada Bendungan Tanju sebelumnya juga disoroti Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi. Ia mendorong Pemerintah mempercepat Pembangunan Jaringan Irigasi pada Bendungan yang telah dibangun agar manfaatnya segera dirasakan Masyarakat.

“Memang di beberapa bendungan, isu jaringan Irigasi yang belum jadi banyak sekali. Tidak hanya di Bendungan Meninting yang baru saja diresmikan presiden,” kata Mori Hanafi di Mataram, Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) Fraksi Partai NasDem.

Menurut Mori yang Juga Ketua DPW NasDem NTB itu, keterlambatan Pembangunan Jaringan Irigasi membuat fungsi sejumlah Bendungan belum optimal meskipun Infrastruktur utamanya telah selesai.

Baca Juga :  DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD

Mantan Pimpinan DPRD NTB itu mencontohkan Bendungan Mila dan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu yang belum didukung Jaringan Irigasi memadai.

Mori menyebut Bendungan Tanju yang diresmikan pada 2018 memiliki potensi mengairi sekitar 2.200 hektare sawah. Namun, karena Jaringan Irigasi nya belum tersedia, Bendungan tersebut baru mampu Mengairi lebih dari 100 hektare Lahan.

Kementerian PU melalui strategi PU608 mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak berhenti pada Progres fisik, tetapi memberikan dampak terhadap Produktivitas Pertanian, Ketahanan Pangan, Konektivitas hingga Perekonomian Masyarakat.

Kementerian PU juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur dampak Ekonomi Pembangunan secara lebih presisi. Dalam konteks Bendungan Tanju, penyelesaian Jaringan Irigasi menjadi kunci agar kapasitas Bendungan dapat dimanfaatkan secara Optimal.

“Bendungan tidak cukup hanya berdiri, tetapi airnya harus benar-benar Sampai ke Sawah,”Pungkas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru