Bencana Awal Tahun Hantam NTB: 9.349 Jiwa Terdampak, Infrastruktur Rusak, Pemprov Kucurkan Rp16 Miliar BTT

Avatar

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam jalan raya, sekolah, rumah warga, serta sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik, sementara aparat dan instansi terkait melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.

Banjir merendam jalan raya, sekolah, rumah warga, serta sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik, sementara aparat dan instansi terkait melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.

SUMBAWAPOST.com | Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Senin (19/1/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi NTB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB, Sadimin.

Sadimin menjelaskan, rapat koordinasi ini difokuskan pada pembahasan teknis penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), evaluasi penanganan di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna merespons rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak awal tahun 2026.

“Rapat ini membahas teknis penggunaan BTT, pembaruan penanganan di lapangan, serta koordinasi lintas sektor agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi,” ujar Sadimin.

Berdasarkan data Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD NTB periode 1 hingga 18 Januari 2026, tercatat sebanyak 9.349 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain dampak terhadap masyarakat, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Sedikitnya tujuh fasilitas pendidikan dan tiga fasilitas kesehatan terendam banjir, serta sejumlah sarana vital seperti jembatan dan ruas jalan mengalami kerusakan.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur NTB telah menginstruksikan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan penanganan melalui pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, penanganan terhadap masyarakat terdampak harus segera dilakukan dengan memanfaatkan anggaran BTT yang tersedia,” tegas Sadimin.

Dalam upaya pemulihan fisik pascabencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB melaporkan telah memobilisasi alat berat ke wilayah Sekotong untuk melakukan pembersihan material lumpur, sesuai perintah Gubernur.

Baca Juga :  Honorer 518 Bangkit! Pasang Spanduk di Kantor DPRD dan Gubernur NTB: Jangan Buang Kami Setelah Mengabdi, Tolak PHK 2026

Dinas PUPR juga mengusulkan penggunaan dana BTT guna mendukung operasional alat berat di lokasi terdampak.

Adapun prioritas penanganan infrastruktur meliputi perbaikan jalan provinsi ruas Mawun-Selong Belanak, serta penghitungan estimasi kebutuhan perbaikan jalan di wilayah Sumbawa (Plampang dan Batu Bangka), Kabupaten Lombok Timur (Lendang Nangka), Lombok Barat (Sekotong), dan Lombok Tengah (Seteling).

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan pengerukan sedimen di Dusun Aik Mual, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala teknis.

Sektor kesehatan dan keselamatan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi tersebut. Palang Merah Indonesia (PMI) secara rutin mendistribusikan air bersih ke wilayah Lombok Barat serta menyiagakan relawan untuk mendukung penanganan darurat.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyoroti keterbatasan ketersediaan logistik khusus bagi kelompok rentan, serta mengharapkan adanya dukungan operasional untuk mendukung distribusi layanan kesehatan di wilayah terdampak.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) mengusulkan pengadaan perahu karet di setiap desa yang berpotensi banjir. Usulan ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan evakuasi mandiri sebelum tim SAR tiba di lokasi bencana.

Sebagai tindak lanjut rapat, draf Surat Keputusan (SK) Pembentukan Posko Tanggap Darurat telah disusun. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis diminta segera menyusun Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) yang disertai Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) guna mempercepat proses pencairan dana BTT.

Baca Juga :  Gubernur NTB Miq Iqbal Siapkan Dana Hingga Rp500 Juta Lewat Program Desa Berdaya

“Kami minta OPD teknis segera menyiapkan RKB dan SPTJM agar pencairan BTT bisa dipercepat dan penanganan bencana berjalan optimal,” pungkas Sadimin.

Sebelumnya, Mantan Kadis PUPR NTB tersebut menyampaikan, menindaklanjuti arahan Gubernur NTB terkait percepatan penanganan bencana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, memastikan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar segera dimaksimalkan untuk kebutuhan paling mendesak di lapangan.

Anggaran tersebut difokuskan pada pemenuhan logistik darurat serta perbaikan infrastruktur vital yang terdampak bencana, terutama jembatan putus dan akses jalan utama yang menjadi satu-satunya jalur penghubung bagi masyarakat di wilayah terdampak.

“Sesuai arahan gubernur kan ada Rp16 miliar. Itu untuk kebutuhan logistik, untuk kebutuhan infrastruktur, terutama jembatan-jembatan putus, yang jalan satu-satunya kan harus kita prioritaskan untuk diperbaiki,” kata Sadimin.

Ia menegaskan, anggaran Rp16 miliar tersebut tidak diperuntukkan bagi satu daerah saja, melainkan dibagi untuk lima kabupaten yang saat ini tengah dilanda bencana banjir dan angin puting beliung. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Dompu, dan Lombok Timur.

“Sekarang yang terjadi bencana kan Dompu, Bima, kemudian Lombok Tengah, Lombok Timur angin puting beliung, dan Lombok Barat. Lima kabupaten kota,” terangnya.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB berharap penanganan darurat dan pemulihan akses dasar masyarakat dapat segera dilakukan secara merata, sembari menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:34 WIB

Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern

Berita Terbaru