Bahan Mentah Tambang Mulai Diolah di Smelter, Inilah Kelompok Komoditas Ekspor Terbesar NTB 2024

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyebutkan bahwa bahan galian mentah dari PT Amman Mineral akan mulai diolah di Smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Kabupaten Sumbawa Barat.

“Hadirnya Smelter menjadi peluang meningkatkan pendapatan daerah NTB, hasil tambang akan memiliki nilai tambah yang sangat tinggi. Meskipun berpengaruh penurunan nilai ekspor dari Oktober hingga Desember namun kedepannya diharapkan nilai ekspor akan lebih tinggi setelah bahan tambang diolah di Smelter,”kata Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM saat menyampaikan statistik terkait ekspor-impor di Ruang rapat Aula Tambora kantor BPS NTB, Senin (16/12/2024).

Baca Juga :  Bupati Dompu Semprot ASN Malas, Ancam Sanksi Tegas

Pihaknya juga menguraikan, bahwa Penyumbang terbesar nilai ekspor kita adalah bahan mentah galian tambang.

“Tetapi setelah diolah di Smelter diharapkan ekspor akan melambung tinggi ke depannya,” ungkapnya.

Dijelaskannya nilai ekspor tanpa bahan tambah pada Bulan November 2024 sebesar US$ 5,56 Juta, mengalami penurunan sebesar -94,71 persen dibandingkan Bulan Oktober 2024. Jika dibandingkan Bulan November 2023 mengalami penurunan -97,78 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yunarti mengatakan Smelter mulai beroperasi, setelah barang atau bahan tambang mulai diolah maka nilai tambahnya akan terus meningkat.

Baca Juga :  SLB Fiktif, Dana BOS Tetap Mengalir: DPRD NTB Maman Bongkar Dugaan Permainan Kotor

“Selama ini kita ekspor bahan mentahnya saja, tetapi setelah bahan mentah diolah makan akan memiliki nilai tambah berkali-kali lipat,” jelasnya.

“Adapun Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan November 2024 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 2.872.900 (51,67 persen), Buah-buahan sebesar US$ 1.116.363 (20,08 persen), Perhiasan / Permata sebesar US$ 900.254 (16,19 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 305.050 (5,49 persen), Bijibijian berminyak sebesar US$ 140.467 (2,53 persen), Benda-benda dari Besi dan Baja sebesar US$ 91.036 (1,64 persen),”terangnya.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru