SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh 7,39 persen pada Triwulan III-2026 dibandingkan Periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor Pertambangan dan Penggalian menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Ekonomi Daerah, seiring optimalisasi operasional smelter dan berlanjutnya produksi tambang konsentrat tembaga.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, menyampaikan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2026 mencapai Rp56,50 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp31,06 triliun. Secara triwulanan, Ekonomi NTB tumbuh 3,90 persen dibandingkan Triwulan II-2026.
“Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh 7,39 persen pada Triwulan III-2026 dibandingkan Periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun secara kumulatif, pertumbuhan Ekonomi sejak Triwulan I hingga Triwulan III-2026 mencapai 9,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”ungkapnya.
Dari sisi produksi, Sambung ia, sektor Pertambangan dan Penggalian mencatat pertumbuhan sebesar 30,23 persen secara tahunan. Sementara itu, Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi secara triwulanan sebesar 55,79 persen.
“Kinerja tersebut terutama ditopang optimalisasi operasional smelter dan berlanjutnya siklus produksi tambang konsentrat tembaga. Peningkatan aktivitas industri pengolahan logam turut memperkuat kontribusi ekspor terhadap perekonomian NTB,”ujar Wahyudin.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 31,37 persen secara tahunan. Secara kumulatif, pertumbuhan ekspor mencapai 53,05 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas pertambangan dan industri pengolahan memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan III-2026.
Wahyudin menjelaskan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan Ekonomi NTB tidak hanya terlihat dari peningkatan nilai PDRB, tetapi juga dari perkembangan sektor produksi dan ekspor.
Di tengah capaian pertumbuhan tersebut, perkembangan ekonomi NTB juga diikuti perbaikan kondisi ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,03 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB meningkat menjadi 74,73 atau masuk kategori tinggi,”imbuhya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran pembangunan NTB yang tidak hanya bertumpu pada Pertumbuhan Ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan pemerataan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, tantangan Pemerintah daerah adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat Sektor-sektor produktif, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











