PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI Asal Kota Mataram, Muhamad Yanuar Fikri, Berhasil Dilacak Keberadaanya di Dekitar Asia Road, Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung Road, Myanmar, Setelah KBRI Yangon Berhasil Berkomunikasi Dengannya.

PMI Asal Kota Mataram, Muhamad Yanuar Fikri, Berhasil Dilacak Keberadaanya di Dekitar Asia Road, Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung Road, Myanmar, Setelah KBRI Yangon Berhasil Berkomunikasi Dengannya.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Keberadaan Muhamad Yanuar Fikri, WNI/PMI asal Kota Mataram yang membutuhkan bantuan untuk kembali ke Indonesia, berhasil dilacak di Wilayah Myawaddy, Myanmar. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB kini berkoordinasi dengan KBRI Yangon terkait langkah penanganan dan rencana penjemputan.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., melalui Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans NTB, Pradiptha Himawan Putra, S.H., M.H., dalam laporan update penanganan tertanggal 25 September 2026 pukul 15.10 WITA.

Dalam laporan tersebut disebutkan, KBRI Yangon pada 24 September 2026 pukul 11.34 waktu Myanmar telah berhasil terhubung dan berkomunikasi dengan Muhamad Yanuar Fikri melalui WhatsApp.

Dari komunikasi awal tersebut diketahui Muhamad Yanuar Fikri tiba di Myanmar melalui Bandara Yangon sekitar 15 September 2026.

Per 25 September 2026 pukul 15.10 WITA, keberadaan Muhamad Yanuar Fikri juga telah berhasil diidentifikasi.
Yang bersangkutan diketahui berada di sekitar Asia Road, Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung Road, Myawaddy 13051, Myanmar (Burma).

Kawasan tersebut berada di Myawaddy Township, Kayin State, wilayah tenggara Myanmar yang berbatasan langsung dengan Thailand. Kota Myawaddy dipisahkan dari Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, oleh Sungai Moei atau Thaungyin.

Menurut laporan Disnakertrans NTB, kawasan tersebut merupakan salah satu koridor Perdagangan dan Perlintasan utama antara Myanmar dan Thailand.

“KBRI Yangon telah berhasil terhubung dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Muhamad Yanuar Fikri,” demikian disampaikan dalam laporan update penanganan yang disampaikan melalui Pradiptha Himawan Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.

Berada di Wilayah Perbatasan
Lokasi keberadaan Muhamad Yanuar Fikri bukan berada di kawasan perkotaan Yangon, melainkan di wilayah perbatasan dengan karakter geografis dan situasi keamanan yang berbeda.
Jalur Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung merupakan bagian dari koridor Asian Highway atau Asia Highway 1 (AH1), yang menghubungkan Myawaddy menuju Thin Gan Nyi Naung dan selanjutnya ke arah Kawkareik serta Wilayah Myanmar bagian barat.

Thin Gan Nyi Naung sendiri berada dalam wilayah Myawaddy Township dan menjadi salah satu titik penting pada jalur tersebut.

Secara geografis, kawasan Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung berada di wilayah yang memiliki kondisi Perbukitan dan Pegunungan Dawna pada jalur menuju Kawkareik.

Baca Juga :  Temui PMI NTB di Malaysia, Kadis Nakertrans Ingatkan 4 Hal ini

Kondisi tersebut membuat mobilitas dari dan menuju lokasi harus mempertimbangkan jalur yang tersedia, Pemeriksaan di Lapangan serta Kewenangan berbagai pihak yang menguasai Wilayah.

Laporan Disnakertrans NTB juga menyebut kawasan Myawaddy dan wilayah perbatasan sekitarnya menjadi perhatian Internasional karena adanya laporan mengenai Perdagangan Manusia dan Pusat operasi penipuan daring atau Online Scam/Scam Centre.

Namun, keberadaan Muhamad Yanuar Fikri di kawasan tersebut belum dapat secara otomatis disimpulkan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau bekerja di scam centre. Hal itu masih memerlukan verifikasi langsung oleh KBRI Yangon dan otoritas terkait.

“Keberadaan yang bersangkutan di kawasan Myawaddy tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa yang bersangkutan merupakan korban TPPO atau bekerja pada scam centre. Hal tersebut masih memerlukan Verifikasi langsung oleh KBRI Yangon dan otoritas terkait,” demikian substansi laporan tersebut.

Dinamika keamanan di kawasan Myawaddy juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan.

Laporan kajian konflik Myanmar tahun 2026 yang menjadi rujukan dalam laporan tersebut mencatat adanya penguasaan atau pengaruh berbagai kelompok bersenjata pada sejumlah jalur strategis di Myawaddy Township, termasuk kawasan dari Thin Gan Nyi Naung hingga Shwe Kokko Myaing.

Karena itu, proses penjemputan Muhamad Yanuar Fikri tidak dapat dilakukan secara sepihak. “Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa memperhatikan aspek Keamanan, akses Wilayah, dan Koordinasi dengan Otoritas/Pihak yang memiliki Kewenangan di lapangan,” tulis dalam laporan tersebut.

Dari sisi akses perjalanan, jarak dari lokasi Muhamad Yanuar Fikri menuju Bandara Internasional Yangon diperkirakan membutuhkan perjalanan darat sekitar 7-8 jam.

Waktu tempuh tersebut bergantung pada Kondisi Jalan, Keamanan, Pemeriksaan atau Checkpoint, Rute yang dapat digunakan serta situasi aktual di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, proses pemindahan menuju Yangon tidak dapat diperlakukan sebagai penjemputan biasa dan harus dilakukan secara terencana.
Disnakertrans NTB Koordinasi dengan KBRI Yango.

Disnakertrans NTB saat ini terus mengupayakan koordinasi dengan KBRI Yangon untuk memperoleh kepastian mengenai langkah penjemputan Muhamad Yanuar Fikri dari lokasi keberadaannya.

Koordinasi diarahkan untuk memastikan kemungkinan dan mekanisme penjemputan langsung menuju titik lokasi yang telah diperoleh berdasarkan koordinat Google Maps.

Baca Juga :  NTB Gedor Senayan, Pansus II DPRD NTB Desak Perlindungan Total untuk Pekerja Migran

Dalam proses tersebut, Pemprov NTB tetap memperhatikan kewenangan KBRI Yangon serta kondisi keamanan wilayah.
KBRI Yangon juga diharapkan melakukan verifikasi lebih lanjut terkait kondisi Muhamad Yanuar Fikri, meliputi keselamatan dan kesehatan, kebebasan bergerak, pihak yang saat ini bersama atau menguasainya, dokumen perjalanan, status pekerjaan serta proses keberangkatannya ke Myanmar.

Verifikasi juga diarahkan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, penyekapan, TPPO atau tindak pidana lainnya. Selain itu, KBRI Yangon diharapkan memastikan kemungkinan dan mekanisme pemindahan yang aman menuju Yangon.

“Pemerintah Provinsi NTB pada prinsipnya mendukung langkah perlindungan dan pemulangan yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri/KBRI Yangon serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan tetap menempatkan keselamatan WNI/PMI dan petugas sebagai pertimbangan utama,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa setiap upaya penjemputan perlu terlebih dahulu mendapatkan koordinasi dan arahan dari KBRI Yangon agar dilakukan melalui jalur yang aman dan sesuai Kewenangan.

Untuk tindak lanjut, Pemprov NTB melalui Disnakertrans akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan KBRI Yangon serta keluarga Muhamad Yanuar Fikri.

Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan yang bersangkutan, memastikan titik lokasi dan akses menuju lokasi, memperoleh arahan KBRI Yangon mengenai mekanisme penjemputan, serta mengupayakan pemindahan menuju Yangon melalui jalur yang aman.

Setelah seluruh aspek administratif dan keselamatan terpenuhi, Pemerintah juga akan mengupayakan proses pemulangan Muhamad Yanuar Fikri ke Indonesia.

“Fokus tindak lanjut saat ini adalah memastikan kondisi keselamatan Muhamad Yanuar Fikri, memastikan titik lokasi dan akses menuju yang bersangkutan, mendapatkan arahan KBRI Yangon mengenai mekanisme penjemputan, mengupayakan pemindahan yang bersangkutan dari lokasi menuju Yangon melalui jalur yang aman, dan mengupayakan proses pemulangan ke Indonesia setelah seluruh aspek administratif dan keselamatan terpenuhi,” demikian isi laporan Disnakertrans NTB.

Apabila terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai hasil koordinasi dengan KBRI Yangon, Kondisi Muhamad Yanuar Fikri, mekanisme penjemputan maupun rencana pemulangan ke Indonesia, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada Pimpinan untuk Koordinasi lebih lanjut.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy
SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah
Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global
Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat
Jelang Tuntutan, Kuasa Hukum Badai NTB Soroti Bukti Digital hingga Saksi yang Tak Ada di Dakwaan
Badai NTB di Perkara ITE, 4 Guru Besar hingga Mantan Gubernur NTB Pasang Badan
Rekam Jejak 21 Calon KPID NTB Ditunggu DPRD, Ruang Aduan Dibuka 14 Hari
Ekspor Tuna HPF NTB ke Amerika Serikat Capai 47 Kontainer, Serap 80 Tenaga Kerja Lokal
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:50 WIB

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy

Jumat, 25 September 2026 - 19:28 WIB

SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 17:08 WIB

PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat

Berita Terbaru