SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Timur- Produksi Tuna PT High Point Fisheries (HPF) di Kahyangan, Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, telah menembus lebih dari 952 ton sejak Perusahaan memasuki Pasar Ekspor pada 2025.
Dalam periode tersebut, HPF telah merealisasikan sebanyak 47 kontainer Ekspor dengan nilai Produksi sekitar Rp98 miliar.
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan capaian tersebut menunjukkan komoditas kelautan NTB memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
“Ekspor tuna dari Lombok Timur menunjukkan bahwa komoditas kelautan NTB tidak hanya memiliki potensi sebagai bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar internasional,” kata Ahsanul Khalik.
PT HPF mulai dibangun pada 2022 dan memasuki pasar ekspor pada 2025. Pada tahun pertama, perusahaan merealisasikan 29 kontainer dengan produksi sekitar 597 ton dan nilai produksi sekitar Rp54,6 miliar.
Sementara pada 2026, hingga 21 September, perusahaan telah merealisasikan 18 kontainer dengan volume produksi lebih dari 355 ton dan nilai produksi melampaui Rp43,4 miliar.
Jika dijumlahkan, realisasi tersebut mencapai 47 kontainer dengan total produksi lebih dari 952 ton dan nilai produksi sekitar Rp98 miliar.
Produk HPF menyasar pasar Amerika Serikat berupa fillet tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dalam berbagai bentuk, antara lain saku, cube hand cut, ground meat, dan loin.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, perusahaan telah menerapkan sejumlah standar dan sertifikasi, di antaranya BRC (British Retail Consortium Global Standards), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).
“Nilai tambah menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Semakin kuat proses pengolahan di daerah, semakin besar pula peluang manfaat ekonomi yang dapat dirasakan daerah dan masyarakat,” ujar Ahsanul Khalik.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya NTB memperkuat rantai nilai komoditas kelautan dan perikanan, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk olahan yang mampu menembus pasar internasional.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










